Suara.com - Anggota DPR dari Fraksi PPP Mukhlisin pernah dilaporkan tukang jahit ke Mahkamah Kehormatan Dewan dalam kasus pembayaran ongkos jahit. Ketua Fraksi PPP Hasrul Azwar menegaskan kasus tersebut sudah selesai.
"Saya dapat laporan dari Mukhlisin, dan sudah disidangkan di MKD, penjahitnya yang salah, bukan Mukhlisin-nya. Sudah clear," ujar Hasrul Azwar.
Menurut Hasrul Azwar kasus tersebut terjadi karena kesalahpahaman mengenai perjanjian jasa jahit.
Waktu itu, Mukhlisin dilaporkan tukang jahit karena dianggap belum membayar biaya jahit sebesar Rp6 juta.
Hasrul Azwar mengatakan zaman sekarang masyarakat bebas mengadukan anggota DPR ke Mahkamah Kehormatan Dewan.
Mahkamah kehormatan, katanya, merupakan media untuk mengadukan kinerja anggota DPR.
"Orang bisa saja ngadu macam-macam. Nggak masalah. Soal jas saja diadukan. Sekarang masyarakat terbuka mengadukan ke DPR. (MKD). Itu adalah media untuk rakyat. Tapi nanti kan orang jadi bisa laporan apa saja, misalnya dasinya miring, dan lain-lain. Nah ini, MKD harus selektif," kata Hasrul.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang