Suara.com - Bupati Lumajang Asad Malik menyatakan kondisi korban kekerasan dalam aksi penolakan penambangan pasir di Lumajang, Tosan, sudah membaik. Tosan dirawat di Rumah Sakit Syaiful Anwar Malang, Jawa Timur.
"Alhamdulillah kondisi korban (Tosan) sudah membaik dan nafasnya pun juga sudah normal kembali.Mudah-mudahan dia segera sembuh dan pulih kembali," kata Asad Malik ketika membesuk Tosan yang sedang dirawat di Ruang ICU 12, Minggu (4/10/2015).
Setelah membesuk Tosan, Asad Malik meminta aparat kepolisian menjaga korban yang sekarang masih trauma. Asad Malik membesuk Tosan bersama keluarganya.
Menyinggung pembiayaan selama Tosan dirawat di RSSA Malang, Asad mengatakan keluarga korban tidak perlu mengeluarkan biaya apapun karena sudah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.
"Pemkab Lumajang akan menanggung semua biaya perawatan Tosan, termasuk biaya untuk kebutuhan keluarga korban penganiayaan kelompok preman," ujarnya.
Tosan, warga Desa Selok Awar Awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, menjalani perawatan setelah menjadi korban penganiayaan sekelompok warga pendukung tambang pasir ilegal di Pantai Watu Pecak Lumajang.
Selain Tosan, ada korban lain dalam peristiwa itu, yakni Salim alias Kancil. Salim alias Kancil tewas setelah dianiaya warga pro tambang pasir. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Pusing Harga Pakan Naik? Peternak di Lombok Ini Sukses Tekan Biaya Hingga 70 Persen Lewat Maggot
-
Persib Perketat Keamanan Jelang Lawan Bali United, Suporter Tamu Dilarang Hadir
-
Petaka di Parkiran Pasar: Nabi Tewas Digorok, Pelaku Dihabisi Massa, Polisi Diam
-
DPR Minta Kemenaker Siaga Hadapi Ancaman PHK Akibat Gejolak Global
-
Kejati Jakarta Sita Sejumlah Dokumen Usai Geledah Ruangan Dirjen SDA dan Cipta Karya Kementerian PU
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya