Suara.com - Wakil Ketua Umum Golkar Munas Jakarta Yorrys Raweyai dan Sekretaris Jenderal Partai Golkar hasil Munas Jakarta Zainudin Amali, bertemu dengan Ketua DPR sekaligus Wakil Ketua Umum Golkar Munas Bali Setya Novanto, Jumat (23/10/2015). Namun, keduanya menemui Setya di waktu yang tidak bersamaan.
Yorrys datang pertama kali, dan mengaku membicarakan persoalan putusan Mahkamah Agung (MA) tentang dualisme Golkar. Sebab, putusan yang keluar pada pekan lalu, belum ada salinan yang diterima pihak pengadu dan teradu.
"Kalau berpegang pada putusan kasasi MA, maka tidak ada alternatif kecuali menunggu MenkumHAM terbitkan SK baru. Riau kan sudah demisioner. Pertanyaannnya, sekarang bagaimana? Kalau mengacu ke SK MenkumHAM Riau, itu kepengurusan sudah berubah," kata Yorrys dihubungi usai pertemuan.
Dia menambahkan, tadi malam, dirinya, bersama Ketua Umum Golkar Munas Jakarta Agung Laksono, Wakil Ketua Umum Golkar Munas Jakarta Priyo Budi Santoso, Sekretaris Jenderal Partai Golkar hasil Munas Ancol Zainudin Amali, Ketua DPP Laurance Siburian, melakukan pertemuan dengan Politisi Senior Golkar Jusuf Kalla. Pertemuan ini, intinya membahas tentang Golkar ke depan dari hasil kasasi ini.
"Tadi malam kami 5 orang bertemu JK. Agung, Priyo, Amali, Lawrence, dan saya. Dan menyampaikan hasil (kasasi MA) ini. Gagasan ide rekonsiliasi Mei kemarin ada 4 butir. Kami sampaikan ada putusan MA begini walau salinannya belum ada. Dan, nanti tunggu salinan, baru undang dua tokoh, Agung dan Ical. Mungkin dia (JK) bertemu Ical tanggal 28 (Oktober). Kita harapkan JK tetap punya peranan untuk menyelesaikan secara komprehensif," paparnya.
Terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Golkar hasil Munas Jakarta Zainudin Amali mengaku pertemuan ini sekedar silaturahmi.
Dia engggan menyebut ini sebagai langkah rekonsiliasi dua kubu. Menurutnya, rekonsiliasi adalah urusan pimpinan kubu yang bersebrangan. Selain itu, dia juga menolak pertemuan itu dikaitkan dengan agenda Munas sempat kemarin dibicarakan kubu Agung Laksono.
Selain itu, Amali mengatakan, dalam pertemuan tadi Setya menerangkan saat ini tengah berkonsentrasi ke DPR. Sebab, masalah partai sudah ada yang mengurusi.
"(Pertemuan ini untuk) Mengumpulkan kembali pasukan yang berserakan," ujar Amali.
"Tidak sampai begitu (rekonsiliasi). Saling berkunjung begini sudah bagus juga. Kalau itu (rekonsiliasi), di luar kewenangan kita," ujar Amali.
Sementara itu, Setya Novanto mengatakan, permasalahan dualisme Golkar ini dikembalikan kepada aturan hukum yang benar. Menurutnya, yang terpenting adalah persatuan Golkar untuk ke depannya.
"Kita mengharapkan supaya baik di DPR maupun di partai, baik Pak Agung maupun Pak Ical bisa sama-sama kembali untuk bisa menentukan arah Golkar ke depan, demi kepentingan lebih jauh untuk kepentingan seluruh kader-kader yang ada di Indonesia," kata Setya.
Menurutnya, dalam pertemuan Yorrys dan Amali ini menginginkan Golkar bersatu. Setya menerangkan, tidak ada tawaran apapun dari keduanya saat pertemuan tadi.
"Kalau dari Pak Amali dan Pak Yorrys inginnya bahwa ini saatnya kita bersatu," ujar dia.
Tag
Berita Terkait
-
Usai Rapat di Kantor DPP Golkar, Agung Laksono Buru-buru Pergi
-
Nunggu Perkembangan, Kubu Agung Belum Putuskan Ajukan PK
-
Agung Laksono Tak Mau Maju Lagi, Ical Juga Harus Lakukan Hal Sama
-
Kubu Agung: Putusan MA Jangan Diterjemahkan Berlebihan
-
MA: Masih Ada Upaya Hukum Luar Biasa Buat Dualisme Golkar dan PPP
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
Terkini
-
Kisah Difabel Tuli Perdana Dengar Suara Takbiran: Dulu Duniaku Sangat Sunyi
-
Viral Keluhan Ban Mobil Dikempeskan di Monas, Kadishub DKI: Jangan Parkir di Badan Jalan!
-
Hampir 100 Persen Pengungsi Bencana di Sumatera Tak Lagi di Tenda
-
Kritik KPK, Sahroni Usul Tahanan Rumah Harus Bayar Mahal: Biar Negara Gak Rugi-Rugi Banget
-
Mudik Siswa Sekolah Rakyat, Naila Akhirnya Punya Rumah Baru Layak Huni
-
Tentara Amerika Gali Kuburannya Sendiri Jika Serang Pulau Kharg
-
Dukung Wacana WFH ASN demi Hemat Energi, Komisi II DPR: Tapi Jangan Disalahgunakan untuk Liburan
-
Lebaran Perdana Warga Kampung Nelayan Sejahtera, Kini Tanpa Rasa Cemas
-
Eks Menag Yaqut Jadi Tahanan Rumah, Mantan Penyidik: KPK Tak Boleh Beri Perlakuan Istimewa
-
Turap Longsor di Kramat Jati, 50 Personel Gabungan Dikerahkan