Suara.com - Bandara Internasional Ngurah Rai kembali dibuka, Kamis (5/11/2015) pukul 13.30 waktu Indonesia tengah, karena telah dinyatakan normal beroperasi setelah sempat ditutup akibat abu vulkanik erupsi anak Gunung Rinjani, Gunung Barujari.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Perhubungan JA Barata pesan singkat di Jakarta, Kamis, mengatakan Bandara Ngurah Rai Denpasar dibuka kembali berdasarkan "notice to airmen" nomor A2482/15.
"Bandara Ngurah Rai kembali dibuka karena telah dinyatakan normal beroperasi," katanya.
Bandara Ngurah Rai sebelumnya ditutup sejak Selasa (3/11/2015) serta bandara-bandara terdampak lainnya, yakni Bandara Blimbingsari Banyuwangi, Bandara Selaparang dan Bandara Lombok Praya.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, hingga Jumat (6/11/2015) penerbangan yang dibatalkan mencapai 1.180 penerbangan baik domestik maupun internasional. Rinciannya, pada pada Selasa (3/11/2015) pukul 19.30 - 24.00 WITA, terdampat 171 pembatalan penerbangan, baik domestik maupun internasional.
"Sementara 'return to base' (kembali ke bandara) tiga pesawat dan 'divert' (dialihkan) lima pesawat," katanya.
Pada Rabu (4/11/2015) pukul 00.00 - 24.00 WITA terdapat 498 penerbangan, sementara pada Kamis (5/11/2015) pukul 00.00-24.00 WITA terdapat 23 penerbangan.
Pada Kamis (5/11/2015) pukul 00.00 - 24.00 terdapat 409 pembatalan penerbangan, sementara pada Jumat (6/11/2015) pukul 00.00 - 08.45 WITA terdapat 102 pembatalan penerbangan.
Sejumlah maskapai juga membatalkan penerbangannya pada Kamis (5/11/2015), Garuda Indonesia membatalkan 209 penerbangan, Citilink Indonesia 24 penerbangan dan AirAsia 67 penerbangan. (Antara)
Berita Terkait
-
Jelang Nyepi, Bandara Ngurah Rai Dipadati Puluhan Ribu Penumpang
-
Jaga Akurasi Data Penumpang, Jasa Raharja Gelar Monitoring Langsung di Bandara Ngurah Rai
-
Viral Ban Mobil Hilang Misterius di Parkiran Bandara Ngurah Rai, Siapa Pelakunya?
-
Ratusan Karyawan Bandara Ngurah Rai Bali Mogok Kerja, Penumpang Terlantar?
-
FL Technics Indonesia Peroleh Sertifikasi FAA untuk Fasilitas Perbaikan Pesawat Keduanya di Bandara Ngurah Rai Bali
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- 4 Bohlam Lampu Emergency LED Terbaik Otomatis Nyala saat Mati Listrik, Lebih Aman Tanpa Lilin
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Banten Media Hub 2026 Dorong Keberlanjutan Media Lokal di Tengah Perubahan Digital
-
Krisna Murti Bandingkan Sony Sanjaya dengan Bharada E: Pelaku Penembakan Saja Dapat JC
-
Daerah Masih Kekurangan Dokter, Menkes Nilai AI Belum Bisa Jadi Solusi
-
Wacana Gaji Guru Rp5 Juta Tuai Kritik: Apa Sudah Bisa Hidup Layak?
-
Detik-Detik Mencekam Gempa Venezuela, Warga: Awalnya Ada Peringatan, Lalu Semua Berguncang Hebat
-
Krisis Hunian di Ibu Kota, Pramono Setujui Pembangunan 11 Rusun Raksasa
-
Update Jumlah Korban Gempa Venezuela: 732 Warga, Ribuan Bangunan Rusak
-
PDIP Kritik Pernyataan Prabowo soal Demo Bayaran, Dinilai Bernada Ancaman ke Rakyat
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Aliran Gratifikasi Proyek Rp17 Miliar
-
Krisis Dokter di Pelosok, Legislator DPR Usul Pemerintah Pakai AI Jadi Solusi Darurat