Suara.com - Pejabat senior Palestina mengecam upaya AS dalam menangani ketegangan saat ini antara Palestina dan Israel, sementara bentrokan masih berkecamuk di berbagai daerah di Tepi Barat, Jerusalem Timur, dan Jalur Gaza.
Sebelum pertemuan antara Presiden AS Barack Obama dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington pada Senin, Juru Bicara Presiden Palestina Nabil Abu Rdeineh menganggap pernyataan Amerika berkaitan dengan konflik Israel-Palestina sebagai mengecilkan hati dan tidak kondusif untuk meredakan ketegangan.
Di dalam satu pernyataan yang disiarkan oleh Kantor Berita Resmi Palestina, WAFA, Abu Rdeineh mengatakan konflik saat ini berada di persimpangan jalan yang mengkhawatirkan dan dapat memiliki konsekuensi serius terhadap seluruh wilayah tersebut. Ia menyeru semua pihak agar memikul tanggung-jawab dalam menyelesaikannya.
Pernyataan Presiden Palestina itu memperingatkan Israel agar tidak melanjutkan kebijakan menangkapi dan menembaki orang Palestina tanpa alasan, berkaitan dengan gelombang kerusuhan yang berkobar sejak awal Oktober, sebagai reaksi atas ketegangan di Kompleks Masjid Al-Aqsha. Di Kompleks tersebut, orang Palestina menuduh Israel memberlakukan pembatasan lain terhadap akses orang Palestina yang ingin beribadah di tempat suci itu.
Abu Rdeineh menegaskan Jerusalem dan tempat suci tersebut adalah garis merah dan permukiman Yahudi tidak sah, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Ia menambahkan rakyat Palestina menolak setiap penyelesaian sementara yang tidak melibatkan berdirinya Negara Palestina dengan Jerusalem Timur sebagai Ibu Kotanya, dengan landasan Gagasan Perdamaian Arab dan keabsahan internasional.
Rob Malley, penasehat bagi Presiden AS, telah mengatakan Presiden Obama telah mencapai kesimpulan bahwa Palestina dan Israel takkan mencapai kesepakatan status akhir menyeluruh selama sisa masa jabatannya, "dan bahkan mungkin takkan ada perundingan yang berarti antara kedua pihak tersebut".
Netanyahu pergi ke AS pada Minggu sore (8/11/2015) untuk bertemu dengan Obama, demikian laporan radio publik Israel.
Radi itu mengutip pernyataan beberapa sumber di pemerintah Israel bahwa mereka berharap kunjungan Netanyahu "akan membuk halaman baru dalam hubungan antara kedua negara".
Radio tersebut melaporkan pertemuan Obama-Netanyahu akan membahas bantuan AS buat Iran, setelah kesepakatan nuklir.
Di lapangan, kerusuhan antara Palestina dan Israel relatif reda dalam beberapa hari belakangan, tapi ketegangan masih tinggi.
Sejak kerusuhan saat ini meningkat, 79 orang Palestina tewas, sedangkan di pihak Israel, 10 tewas dalam serangan oleh orang Palestina.
Satu orang Palestina tewas, korban jiwa paling akhir, pada Ahad pagi, ketika prajurit militer Israel melepaskan tembakan di pos pemeriksaan Zatara di dekat Kota Nablus, sebelah utara Tepi Barat Sungai Jordan. (Antara)
Berita Terkait
-
Sama-sama 'Somali' Beda Nasib: Di Mana Letak Somaliland dan Apa Bedanya dengan Somalia?
-
Israel Jadi Negara Pertama di Dunia Akui Kemerdekaan Somaliland, Dunia Arab Murka
-
Meski Ada Israel, Airlangga Ngotot Indonesia Tetap Masuk Keanggotaan OECD
-
Bantah Tudingan Pro-Zionis, Gus Yahya Beberkan Fakta Pertemuan dengan Netanyahu
-
Legislator PKB Beri Peringatan Keras ke Prabowo: Awas Jebakan Israel di Misi Pasukan Perdamaian Gaza
Terpopuler
- 4 HP RAM 8 GB Harga di Bawah Rp1,5 Juta: Kamera Bagus, Performa Juara
- Link Gratis Baca Buku Broken Strings, Memoar Pilu Aurelie Moeremans yang Viral
- 28 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 10 Januari 2026, Ada 15.000 Gems dan Pemain 111-115
- 4 Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Ideal untuk Harian: Irit, Gesit Pas di Gang Sempit
- 5 Cat Rambut untuk Menutupi Uban: Hasil Natural, Penampilan Lebih Muda
Pilihan
-
Gurita Bisnis Adik Prabowo, Kini Kuasai Blok Gas di Natuna
-
Klaim "Anti Banjir" PIK2 Jebol, Saham PANI Milik Aguan Langsung Anjlok Hampir 6 Persen
-
Profil Beckham Putra, King Etam Perobek Gawang Persija di Stadion GBLA
-
4 HP Snapdragon RAM 8 GB Paling Murah untuk Gaming, Harga Mulai Rp2 Jutaan
-
Rupiah Terancam Tembus Rp17.000
Terkini
-
Banjir Jakarta, Sekitar 1.600 Warga Masih Mengungsi hingga Selasa Pagi
-
Jakarta Masih Dikepung Banjir Pagi Ini, 28 RT dan 6 Ruas Jalan Tergenang Air
-
Hujan Masih Akan Guyur Seluruh Jakarta Hari Ini
-
Modus Paket Online, Polisi Gagalkan Peredaran Vape Narkotika di Jakbar
-
Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, PDIP Intens Lobi Partai Lain di Parlemen
-
Demo di Komdigi, Massa Minta Takedown Mens Rea di Netflix dan Ancam Lanjutkan Aksi ke Polda Metro
-
Nyumarno Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Ijon Proyek Bupati Bekasi Nonaktif Ade Kunang
-
Registrasi Akun SNPMB 2026 dan Jadwal Pelaksanaan SNBP Terbaru
-
Siapa Sebenarnya Pelapor Pandji? Polisi Usut Klaim Atas Nama NU-Muhammadiyah yang Dibantah Pusat
-
Langit Jakarta 'Bocor', Mengapa Modifikasi Cuaca Tak Digunakan Saat Banjir Melanda?