Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) membantah kalau pemerintah kecolongan menyusul munculnya kasus gizi buruk di Jakarta, salah satunya yang menimpa RGM (9), warga Cilincing, Jakarta Utara.
"Nggak ada kecolongan. Saya sudah cek mereka (RGM) sudah datang ke Puskesmas ke Rumah Sakit, tapi keluarga yang menarik (tidak mau dirawat)," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (11/5/2015).
Ahok menjelaskan, keluarga menolak dirawat di rumah sakit karena nenek RGM, Taminah (53), lebih memilih cucunya dirawat di rumah lantaran banyak dari yayasan yang memberikan bantuan.
"Saya sudah ketemu wawancara (dengan Taminah) disinyalir dia mendapat banyak bantuan dari yayasan. Jadi orang Jakarta ini orang baik hati, murah hati ada orang susah dibantu," kata Ahok.
Sebaliknya, Ahok malah berharap warga atau organisasi yang ingin membantu rakyat miskin di Jakarta untuk tidak langsung memberikan bantuan kepada korban.
Hal itu, menurut Ahok, malah membiarkan warga miskin Jakarta menggantungkan belas kasihan.
"Jadi saya bilang ke orang Jakarta 'kemurahan hati Anda, tahan. Lebih baik bantuin urusi sampah, lalu lintas bagus. Kalau ketemu orang miskin sakit, orang miskin nggak sekolah, nggak usah kamu bantu deh orang Jakarta yang baik hati itu," jelas Ahok.
Dia mengajak, agar lebih baik warga Jakarta yang ingin membantu memberitahu pemerintah setempat jika ada mengalami kesulitan ekonomi.
Ahok menilai hal itu lebih efektif daripada mereka langsung memberikan bantuan kepada rakyat miskin.
"Bisa nggak nanggung operasi jantung ratusan orang (yang baik hati itu)? Nggak bisa kan. Yasudah beritahu kami saja," kata Ahok.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Lautan Manusia di PRJ! Kembang Api Hiasi Langit Jakarta Sambut HUT ke-499
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal