Suara.com - Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau menahan LH, mantan Direktur Utama Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Karimun sebagai tersangka korupsi penyertaan modal daerah.
"LH ditahan dan langsung dititipkan di Rutan Tanjung Balai Karimun mulai Kamis (12/11/2015) sore," kata Kepala Kejaksaan Negeri Tanjung Balai Karimun Rudi Margono di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Jumat (13/11/2015).
Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Tanjung Balai Karimun Rizky Rahmatullah mengatakan, LH ditahan selama 20 hari, dan tidak tertutup kemungkinan diperpanjang, tergantung kepentingan penyidikan.
"Penahanan dilakukan dengan pertimbangan tersangka dikhawatirkan mempengaruhi saksi-saksi, melarikan diri atau menghilangkan barang bukti," kata dia.
Rizky menjelaskan, LH diduga telah menyalahgunakan dana yang dikucurkan Pemkab Karimun berbentuk penyertaan modal daerah sebesar Rp2 miliar pada 2014.
Tim penyidik, tutur dia, telah memanggil 32 orang untuk diperiksa sebagai saksi, 18 di antaranya adalah kreditur atau penerima pinjaman.
"Dari 18 kreditur dipanggil, delapan kreditur belum memenuhi panggilan. Namun, penyidik telah memiliki cukup bukti adanya kerugian keuangan negara yang ditaksir Rp1,5 miliar," tuturnya.
Lebih lanjut dia menjelaskan, adanya kerugian keuangan makin kuat setelah pihaknya menerima laporan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menyebutkan potensi kerugian negara sebesar Rp1.564.733.000 pada BPR Karimun.
Dia mengatakan, penyidik telah menghimpun bukti-bukti yang sebagian besar berupa dokumen permohonan kredit diduga fiktif, dan bukti pengajuan pinjaman melalui karyawan-karyawannya yang besarnya diduga digelembungkan oleh tersangka.
Tersangka melakukan tindakan tersebut dengan alasan untuk menutupi kredit-kredit macet yang telah lalu, kata dia lagi. (Antara)
Berita Terkait
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
Ketua Ombudsman Tersangka Korupsi, DPR Ngaku Tak Tahu Hery Susanto Berkasus Saat Uji Kelayakan
-
Apa Tugas Ombudsman? Ketua Hery Susanto Jadi Tersangka Korupsi
-
Berapa Gaji Ketua Ombudsman? Baru Dilantik Seminggu, Kini Jadi Tersangka Korupsi
-
Pansel Ombudsman Klaim Tak Temukan Indikasi Korupsi Hery Susanto Saat Seleksi
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global
-
Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas
-
LPSK Lindungi 20 Korban Pelecehan FH UI dari Potensi Intimidasi hingga Pelaporan Balik
-
Kasus Hery Susanto Jadi Alarm, Pakar Dorong Pembentukan Dewan Pengawas Ombudsman
-
wondr Kemala Run 2026 Dorong Aksi Donasi, Peserta Diajak Berlari Sambil Berbagi
-
Bikin Macet Parah! Satpol PP Jatinegara Tertibkan 43 PKL Ular hingga Anjing di Balimester
-
Rekrutmen 30 Ribu Manajer Kopdes Dinilai Dongkrak Konsumsi Desa, tapi Simpan Risiko Besar
-
Getol Perkuat Diplomasi Antar-Parlemen, Ravindra Airlangga Sabet KWP Award 2026