Evy Susanti (jilbab), istri muda mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho [suara.com/Oke Atmaja]
Bekas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan istri muda, Evy Susanti, menegaskan pentingnya peran pengacara Otto Cornelis Kaligis terkait aliran dana kepada Direktur Penyidik Jaksa Muda Pidana Khusus Kejaksaan Agung, Maruli Hutagalung. Hal itu disampaikan Gatot dan Evy usai diperiksa Tim Satgas Kejagung terkait dugaan penyimpangan dana bansos Sumatera Utara di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Kamis (19/11/2015).
"Kami tegaskan bahwa kami mengetahui bahwa ini adalah report pak O.C kepada kami. "Ya, kemarin kami sudah serahkan kepada Pak Maruli 500," itulah report dari Pak O. C.," kata Gatot.
Sementara itu, Evy mengatakan uang 20 ribu dolar Amerika Serikat tersebut sebenarnya untuk bayaran Kaligis sebagai kuasa hukum keluarga. Namun, belakangan ada laporan dari Kaligis bahwa uang itu untuk Maruli.
"Sebenarnya uang itu untuk fee lawyer ke Pak O. C., tapi setelah report ke kami Pak O. C. bilang kalau uang itu diserahkan ke Pak Maruli sehingga inisiatifnya ada di Pak O. C. Saya juga tidak tahu awalnya kalau ada uang untuk Pak Maruli karena tidak disiapkan sebelumnya," kata Evy.
Kabar pemberian uang kepada Maruli dilontarkan Evy saat menjadi saksi dalam persidangan bekas anggota DPR dari Fraksi Nasional Demokrat Patrice Rio Capella di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 11 November 2015. Evy mengaku telah memberikan uang sebesar Rp300 juta kepada Kaligis. Uang tersebut, kata Evy, diberikan Kaligis kepada Maruli Hutagalung.
Suap untuk Maruli diduga untuk mengamankan penanganan perkara korupsi dana bansos Provinsi Sumatera Utara yang disidik Kejaksaan Agung. Kaligis membantah pernyataan Evy.
"Saya tidak tahu itu," ujar Kaligis dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada 11 November 2015.
"Kami tegaskan bahwa kami mengetahui bahwa ini adalah report pak O.C kepada kami. "Ya, kemarin kami sudah serahkan kepada Pak Maruli 500," itulah report dari Pak O. C.," kata Gatot.
Sementara itu, Evy mengatakan uang 20 ribu dolar Amerika Serikat tersebut sebenarnya untuk bayaran Kaligis sebagai kuasa hukum keluarga. Namun, belakangan ada laporan dari Kaligis bahwa uang itu untuk Maruli.
"Sebenarnya uang itu untuk fee lawyer ke Pak O. C., tapi setelah report ke kami Pak O. C. bilang kalau uang itu diserahkan ke Pak Maruli sehingga inisiatifnya ada di Pak O. C. Saya juga tidak tahu awalnya kalau ada uang untuk Pak Maruli karena tidak disiapkan sebelumnya," kata Evy.
Kabar pemberian uang kepada Maruli dilontarkan Evy saat menjadi saksi dalam persidangan bekas anggota DPR dari Fraksi Nasional Demokrat Patrice Rio Capella di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada 11 November 2015. Evy mengaku telah memberikan uang sebesar Rp300 juta kepada Kaligis. Uang tersebut, kata Evy, diberikan Kaligis kepada Maruli Hutagalung.
Suap untuk Maruli diduga untuk mengamankan penanganan perkara korupsi dana bansos Provinsi Sumatera Utara yang disidik Kejaksaan Agung. Kaligis membantah pernyataan Evy.
"Saya tidak tahu itu," ujar Kaligis dalam sidang di Pengadilan Tipikor pada 11 November 2015.
Komentar
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!
-
Komandan Elite Hizbullah Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel di Beirut Selatan
-
Viral Kuitansi Laundry Gubernur Kaltim Rp20,9 Juta Seminggu: Nyuci Dalaman Aja Seharga Cicilan Motor
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?