Gema Sadhana berharap Presiden Joko Widodo menjadikan hari Raya Hindu Deepavali sebagai Hari Libur Nasional.
Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Prabowo Subianto menghadiri perayaan Hari Raya Deepavali di Hotel Grand Sahid, Jakarta Selatan, Sabtu (21/11/2015) mengatakan hari raya ini merupakan peristiwa penting bagi umat Hindu.
Dalam sambutannya Pprabowo menjelaskan bahwa keberadaan masyarakat Hindu terutama etnis India di Indonesia merupakan sebuah keragaman yang memperkaya kebhinekaan.
" Namun setelah 300 tahun keberadaanya, belum pernah umat hindu mendapat libur untuk merayakan Hari Raya Deepavali menjadi Libur Nasional," kata Prabowo," kata Prabowo di Hotel Grand Sahid, Jakarta Selatan, Sabtu (21/11/2015).
Lebih Lanjut, ketua Umum GEMA SADHANA , A.S Kobalen menjelaskan bahwa menjadikan perayaan Hari Raya Deepavali sebagai hari libur nasional merupakan janji Jokowi pada saat menjadi Gubernur DKI Jakarta.
Kobalen berharap perayaan Hari Raya Deepavali yang merupakan raya Umat Hindu dijadikan sebagai Hari Libur Nasional.
Berita Terkait
-
Media Belanda Soroti Kenapa Hari Kartini Tak Dijadikan Hari Libur Nasional?
-
Potret Upacara Melasti dari Berbagai Daerah di Indonesia
-
Daftar Tanggal Merah, Hari Libur Nasional, dan Cuti Bersama di Februari 2026
-
Apakah Tanggal 28 Oktober Termasuk Libur Nasional? Ini Jawabannya
-
Daftar 17 Hari Libur Nasional 2026 Resmi Berdasarkan SKB 3 Menteri
Terpopuler
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- 5 HP Android dengan Kualitas Kamera Setara iPhone 15
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bukan Cuma Padamkan Api, Damkar Lamsel Berhasil Bujuk Anak Bengkulu yang Nekat Kabur ke Jakarta
-
Tepis Isu Intimidasi, Dudung Sebut Presiden Prabowo Terbuka pada Kritik: Jangan Dipelintir!
-
Romy PDIP: Putusan MK Tegaskan Jakarta Masih Ibu Kota, Pembangunan IKN Harus Realistis dan Strategis
-
Bakom RI: Ekonomi Sumatra Pascabencana Mulai Pulih, Transaksi UMKM Tembus Rp13,2 Triliun!
-
Waspada Malaria Monyet Mengintai: Gejalanya Menipu, Bisa Memperburuk Kondisi dalam 24 Jam!
-
Mahfud MD Bongkar Fenomena 'Peradilan Sesat': Hakim Bisa Diteror hingga Dijanjikan Promosi Jabatan
-
Soal Pemindahan Ibu Kota ke IKN, Politikus PKB Tegaskan Putusan MK Jadi Rujukan Final
-
Ajarkan Seni Debat, Gibran Bagikan Tips Khusus ke Siswi SMAN 1 Pontianak yang Dicurangi Juri LCC
-
Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah dari Rumah, Bagaimana Aturan dan Caranya?
-
Kasus Kekerasan Seksual di Depok Meningkat, Wakil Wali Kota Ungkap Fakta di Baliknya