Suara.com - Presiden Palestina Mahmoud Abbas pada Senin (23/11/2015) mengatakan semua kegiatan permukiman tidak sah kolonial Israel "harus dihentikan" dan menyeru masyarakat internasional agar menyediakan perlindungan buat rakyat Palestina selama pendudukan tidak sah itu berlangsung.
"Selama beberapa tahun belakangan, saya telah memperingatkan mengenai konsekuensi sangat besar dari apa yang berlangsung di Jerusalem dan sekitarnya, termasuk pembatasan ketat yang diberlakukan atas rakyat kami, pelanggaran hak budaya, sosial, ekonomi, politik dan sipil mereka, dan upaya untuk mengubah identitas, ciri khas sejarah dan demografis Jerusalem," kata Abbas di dalam satu pernyataan untuk memperingati Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina --yang jatuh pada 29 November.
"Semua kegiatan permukiman tidak sah kolonial Israel harus dihentikan," kata Abbas, sebagaimana dikutip Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa pagi. "Semua tindakan dan perbuatan tidak sah Israel bertujuan me-yahudi-kan Jerusalem Timur dan mengubah atau menghilangkan keberadaan orang Palestina Muslim dan Kristen di sana dan identitas Kota Suci harus dihentikan." Saat menekankan perdamaian adalah sasaran yang diinginkan, Abbas mengatakan negaranya terus membier satu kesempatan setelah kesempatan lain untuk mewujudkan sasaran itu, namun menghadapi kenyataan semua kesempatan perdamaian tersebut tersia-siakan.
"Banyak babak perundingan telah disia-siakan oleh pemerintan-demi-pemerintah Israel, yang membuat perundingan jadi tak berarti cuma untuk memiliki waktu tambahan guna membangun lebih banyak permukiman kolonial dan tembok pencaplokan, apartheidnya di tanah kami, mencuri sumber daya alam kami, dan memaksakan fakta baru di lapangan," katanya.
Semuanya hanya mengukuhkan pendudukan dan merusak upaya untuk mewujudkan penyelesaian dua-negara, ia menambahkan.
Abbas juga mempertanyakan "makna yang dimaksudkan dari tindakan Israel tersebut ... untuk mengirim 600.000 pemukim dan menyita tanah di Negara Palestina, yang diduduki, untuk memukimkan mereka di sana. Tindakan itu sendiri adalah kejahatan perang menurut Konvensi Keempat Jenewa 1949 dan itu sangat bertolak-belakang dengan penyelesaian dua-negara".
Oleh karena itu, ia menyeru "seluruh masyarakat internasional agar menyediakan perlindungan buat rakyat Palestina selama pendudukan tidak sah ini berlangsung".
Pada 1977, Sidang Majelis Umum PBB menyerukan dijadikannya 29 November sebagi peringatan tahunan Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina. Pada hari tersebut, pada 1947, Sidang Majelis Umum PBB mensahkan resolusi pembagian Palestina.
Peringatan Hari Solidaritas Internasional buat Rakyat Palestina juga mendorong negara anggota PBB agar terus memberi publikasi dan dukungan terbesar bagi peringatan Hari Solidaritas itu. (Antara)
Berita Terkait
-
Mengapa Arab Saudi Tidak Mendukung Iran?
-
Benjamin Netanyahu Perintahkan Militer Israel Caplok 70 Persen Wilayah Gaza
-
Serangan Israel di Lebanon Bom Kota Tyre dan Beirut, Pengungsian Massal Kian Kritis
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
PBB Dikabarkan Masukkan Israel ke Daftar Hitam Kekerasan Seksual di Zona Konflik
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Banjir Bandang Poso: Warga Terisolasi, BNPB Minta Bantuan Alat Berat
-
Ibu Muda Ditemukan Tewas Bersama Balitanya, Suami Diamankan Polisi
-
Waspada Fenomena Bulan Purnama, BMKG Prediksi Banjir Rob Kepung Pesisir NTT Hingga 2 Juni
-
Indonesia Berduka, TNI AD Kehilangan Putra Terbaik Jenderal Ryamizard Ryacudu
-
Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer
-
Berawal Kenalan, Anak di Bawah Umur jadi Korban Kekerasan Seksual Pemuda di Tambora
-
PSI Lampung Siaga Satu Sambut Jokowi, Siapkan Agenda Besar Bareng Relawan Gibran
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Tragedi Pantai Ampenan Berakhir Duka, Jasad Bocah 9 Tahun Ditemukan Mengapung di Perairan Bintaro
-
Dulu Cap PKI Sekarang 'Antek Asing', Pola Lama Bungkam Kritik dengan Wajah Baru