Nova Riyanti Yusuf
Mantan anggota DPR Nova Riyanti Yusuf atau Noriyu mengaku menyesal telah melaporkan suaminya sekaligus anggota DPR Komisi X fraksi Gerindra Soepriyanto ke Polda Metro Jaya terkait dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
"Kami menyesal akhirnya ini hubungan pernikahan kami menjadi konsumsi publik. Ini bukan hal yang gampang," kata Noriyu di Mapolda Metro Jaya, Kamis (3/12/2015).
Noriyu juga menyadari langkahnya melaporkan dugaan kekerasan suaminya bukan upaya yang bisa menyelesaikan masalah.
"Bukan hal yang gampang untuk melaporkan suami dan saat ini saya ingin merenungi lagi apa yang sudah saya lakukan," katanya.
Meski saat ini ada kesepakatan untuk menunda soal laporan tersebut, Noriyu mengaku belum bisa memberikan keputusan apakah dirinya akan mencabut laporan dugaan kekerasan tersebut.
"Tapi kami belum memutuskan untuk mencabut, tapi kami pending sampai emosi kami mereda dan kita akan menyikapi lebih lanjut ya mau bagaimana ke depannya, yang mana semoga ini tidak lagi menjadi konsumsi publik karna ini sudah cukup memalukan untuk kami berdua," katanya.
Lebih lanjut Noriyu juga mengatakan tidak akan membawa kasus tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan ataupun ke fraksi Gerindra.
"Jadi ini klarifikasi, mungkin tadi media massa yang banyak itu tidak mendapat keterangan ini, jadi sekarang saya titip klarifikasi bahwa saya hari ini tidak melaporkan SP ke MKD dan ke fraksi partai Gerindra," kata Noriyu.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Hotel Sultan Bakal Dirobohkan! Prabowo Ingin Bangun Ikon Baru Berstandar Internasional
-
OPSI Desak Pemerintah Awasi Karir Hub, Cegah Perusahaan Manipulasi Loker Demi KPI HRD
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Usut Aliran Uang Pemerasan! KPK Perpanjang Penahanan Silmy Karim 40 Hari
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Kemensos Kawal Sekolah Rakyat Bener Meriah, Bantuan Jadup Rp3,07 Miliar Segera Disalurkan
-
Duka Masyarakat Adat di DPR: Tanah Warisan Leluhur Hilang, Anak Buta Huruf karena HGU
-
Pengamat Sentil Pemerintah: Perbesar Telinga untuk Dengar Suara Rakyat!
-
Nama Dedi Congor Muncul di Sidang, KPK Telusuri Aliran Dana Rp30 Miliar dari Bos Blueray Cargo
-
Satu Suara dengan Megawati, GNB Singgung Keresahan Sama Soal Kondisi Bangsa