Suara.com - Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Mohamad Taufik menjelaskan kenapa dewan mengusulkan agar nilai anggaran perjalanan dinas dewan naik dari Rp470 ribu per hari menjadi Rp2 juta per hari.
"Itu kan ada uang transport lokal, uang makan, itu ada di dalam situ. Kalau dari bandara ke rumah, dari hotel ke tempat pertemuan berapa (habisnya) bolak balik. Kan nggak mungkin makan di warung Tegal," kata Taufik di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (14/12/2015).
Usulan tersebut dimasukkan ke Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara 2016. Nilai tersebut sudah termasuk uang makan.
"Tadinya Rp470 ribu. Kan ada SK (Surat Keputusan) Kemendagri (Kementerian Dalam Negeri) yang baru, boleh dinaikin. Rp470 ribu cukup apa sehari gue buat makan? Makan lobster nggak bisa," kata Taufik.
Anggota Fraksi Partai Gerindra mengatakan sudah lama nombok kalau dinas luar kota.
"Kita dulu-dulu nggak berani ngajuin karena nggak ada Permendagri nya. Dulu kifa pakai uang pribadi. Nggak bisa di-reumbers. Kan kalau transport lokal, kita nanggung sendiri," katanya.
Semula Ahok menolak usulan tersebut, tapi setelah ditemui pimpinan DPRD, Ahok jadi setuju, tapi nilai yang disepakati Ahok hanya sekitar Rp1,5 juta per anggota dewan di atas itu untuk pimpinan DPRD.
BERITA MENARIK LAINNYA:
Dedi Mulyadi: Saya Sudah Biasa Dibilang Kafir
Dipecat Kompas Tv, 3 Wartawan Siap Tempuh Jalur Hukum
Hindari 4 Modus Pembobolan Data Kartu Kredit Ini
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan