Suara.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus akan membangun sebanyak mungkin Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok meyadari di Hari Ibu Ke-87 masih banyak kekerasan terhadap Ibu dan Anak.
"Kita salah satunya membuat RPTRA itu, itu sebetulnya ramah anak dari janin sampai lansia," kata Ahok setelah menjadi Inspektur Upacara pada Peringatan Hari Ibu Ke-87, di Lapangan IRTI Monas, Jakarta Pusat, Selasa (22/12/2015).
Ahok menginginkan taman ramah anak ke depan jauh lebih baik lagi. Mantan Bupati Belitung Timur ini menargetkan DKI tahun depan bisa membangun 150 RPTRA.
"Tahun depan akan kita bangun 150-an lagi," kata Ahok.
"Sangat manfaat karena masyarakat malah minta dibangun terus, RT RW tokoh masyarakat minta bangun terus RPTRA. Kita akan terus beli tanah untuk bangun. Ini betul betul tempat semua orang komunitas ngumpul," Ahok menambahkan.
Setelah di DKI banyak taman ramah anak, Ahok menginginkan nantiny seluruh ketua Rukun Tetangga dan Rukun Warga dapat menjadi pemerhati para warga-warganya. Hal ini diyakini Ahok mampu mengurangi angka kekerasan terhadap anak dan perempuan.
"Jadi RT, RW betul betul jadi pemerhati, jadi sesama satu warga komunitasnya saling memperhatikan," jelas Ahok.
Berita Terkait
-
Setahun Menanti Janji Gubernur, Pedagang Taman Puring Terpuruk dan Terus Menyusut
-
Cerita dari Taman Puring: Begini Serunya Mengikuti Latihan Komunitas Parkour Jakarta
-
Mengenal Komunitas Parkour Jakarta: Mengubah Stigma Olahraga Ekstrem Jadi Seni Disiplin Tubuh
-
Benarkah Menambah Taman Kota Bisa Mengurangi Gelombang Panas? Ini Temuan Peneliti
-
Gunungan Sampah Penuhi RTH Penjaringan
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal
-
Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering
-
Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026
-
Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain
-
Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar
-
Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU
-
Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok
-
Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri
-
Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor
-
5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan