Suara.com - Otoritas Bandara El Tari Kupang mulai mengevakuasi badan pesawat milik maskapai penerbangan Kalstar Aviation yang tergelincir pada Senin (21/12/2015) malam.
"Kemarin sore sudah mulai dilakukan evakuasi, tetapi hanya bisa bergeser beberapa meter dari area tergelincirnya, karena lokasinya berlumpur," kata Humas Angkasa Pura I Bandara El Tari Kupang Ayub Kase kepada Antara di Kupang, Kamis (24/12/2015) pagi.
Ia menjelaskan, dalam proses evakuasi tersebut pihaknya menurunkan sejumlah personel yang dibantu dari TNI Angkatan Udara, Otoritas Bandara El Tari sendiri, pihak dari Kalstar Aviation serta sejumlah personel dari Badan SAR Kantor Klas B Kupang.
Kesulitan yang dihadapi saat dilakukan evakuasi tersebut dikarenakan hujan yang mengguyur, sehingga mengakibatkan lumpur dan licin.
"Kondisi cuaca yang hujan inilah yang menghambat kami untuk melakukan evakuasi. Kemarin kebetulan tidak hujan deras, jadi sorenya kita bisa evakuasi walaupun tidak terlalu bergeser terlalu jauh," ujarnya.
Ayub mengaku pihaknya mengalami kesulitan mengevakuasi pesawat itu karena peralatan yang digunakan sangat terbatas.
"Kita hanya punya eksavator, serta balon gas yang digunakan untuk mengangkat badan pesawat, sisanya kita masih kekurangan," ujarnya.
Lebih lanjut ia mengatakan proses evakuasi akan kembali dilaksanakan pada Kamis ini jika kondisi cuacanya bersahabat dan tidak hujan.
"Kami berharap tidak hujan, sehingga proses evakuasi berjalan lancar dan tidak menganggu penerbangan yang lainnya. Apalagi sudah memasuki masa Natal," tuturnya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 5 Sepatu Saucony Paling Nyaman untuk Long Run, Kualitas Jempolan
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Soal Tim 8 yang Diduga Ikut Lakukan Pemerasan, Sudewo: Mayoritas Kades di Jaken Tak Dukung Saya
-
Saudia Indonesia Sambut Director of East Asia & Australia Baru dan Perkuat Kolaborasi Mitra
-
Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera Paparkan 11 Prioritas
-
Pakai Rompi Oranye dan Tangan Terborgol, Sudewo Minta Warga Pati Tetap Tenang
-
Bupati Pati Sudewo Bantah Lakukan Pemerasan Calon Perangkat Desa Usai Resmi Pakai Rompi Oranye KPK
-
Bukan Cuma Perkara Dugaan Pemerasan, Bupati Pati Sudewo Juga Jadi Tersangka Kasus DJKA
-
Nicke Widyawati Ngaku Tak Pernah Dapat Laporan Soal Penyewaan Kapal dan Terminal BBM
-
Bupati Pati Sudewo dan Tim Suksesnya Diduga Peras Calon Perangkat Desa Hingga Rp 2,6 Miliar
-
KPK Ungkap Uang Rp 2,6 Miliar dalam Karung Jadi Bukti Dugaan Pemerasan Bupati Pati Sudewo Dkk
-
BMKG Peringatkan Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia hingga Akhir Januari 2026