Suara.com - Pemerintah terus memperkuat upaya menekan angka kecelakaan kerja di Indonesia melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Salah satu strategi yang ditempuh Kementerian Ketenagakerjaan adalah memperbanyak tenaga Ahli K3 yang kompeten agar perusahaan mampu menerapkan sistem keselamatan kerja secara lebih optimal.
Langkah tersebut tercermin dari penyelenggaraan evaluasi teori calon Ahli K3 Umum Batch 1 yang digelar pada 11–12 Maret 2026 di 58 lokasi. Dari total 1.779 peserta yang mengikuti evaluasi, sebanyak 1.565 orang dinyatakan lulus dan berhak memperoleh Sertifikat Ahli K3 Umum serta Surat Keputusan Penunjukan Ahli K3 Umum dari Menteri Ketenagakerjaan.
Direktur Jenderal Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan K3 (Binwasnaker dan K3) Kemnaker, Ismail Pakaya, mengatakan proses sertifikasi tersebut merupakan bagian penting dari strategi pemerintah dalam memperkuat sistem pencegahan kecelakaan kerja di lingkungan industri.
Menurutnya, evaluasi teori menjadi tahapan penting untuk mengukur sejauh mana pemahaman calon Ahli K3 terhadap berbagai aspek keselamatan kerja. Materi yang diuji meliputi prinsip-prinsip K3, regulasi keselamatan kerja, analisis risiko, hingga penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja.
“Evaluasi teori ini merupakan bagian dari proses sertifikasi Ahli K3 Umum. Kegiatan ini menjadi momentum untuk mengukur pemahaman calon Ahli K3 terhadap prinsip-prinsip K3, regulasi, analisis risiko, serta penerapan sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja di tempat kerja,” ujar Ismail dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (14/3/2026).
Ia menambahkan, keberadaan Ahli K3 sangat penting dalam membantu perusahaan mengidentifikasi potensi bahaya, mengendalikan risiko, serta memastikan standar keselamatan kerja diterapkan secara konsisten. Dengan demikian, potensi terjadinya kecelakaan kerja dapat ditekan secara signifikan.
Program pembinaan dan sertifikasi Ahli K3 Umum Batch 1 juga mendapat respons tinggi dari masyarakat. Tercatat sebanyak 2.010 peserta mendaftar untuk mengikuti program tersebut. Setelah melalui seleksi administrasi, ujian dasar K3, serta pembinaan intensif selama 12 hari, sebanyak 1.779 peserta dinyatakan berhak mengikuti evaluasi teori.
Materi pembinaan yang diberikan kepada peserta dirancang cukup komprehensif, mulai dari regulasi K3, sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja, identifikasi dan penilaian risiko, kesehatan kerja, hingga teknik investigasi kecelakaan kerja serta langkah-langkah pencegahannya.
Menariknya, seluruh proses pembinaan hingga evaluasi tersebut tidak dipungut biaya. Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memperluas akses peningkatan kompetensi tenaga kerja di bidang keselamatan dan kesehatan kerja.
Baca Juga: Bukan Beban, Kemnaker Sebut Mudik Bersama Investasi bagi Produktivitas Karyawan
Ismail berharap para peserta yang lulus dapat menjadi motor penggerak budaya keselamatan kerja di lingkungan kerja masing-masing. Dengan semakin banyaknya tenaga Ahli K3 yang kompeten, penerapan sistem keselamatan kerja di perusahaan diharapkan semakin optimal sehingga mampu menekan angka kecelakaan kerja secara berkelanjutan. ***
Berita Terkait
-
Bukan Beban, Kemnaker Sebut Mudik Bersama Investasi bagi Produktivitas Karyawan
-
Tembus 1.134 Konsultasi, Posko THR Kemnaker Kini Layani Pengaduan Pekerja
-
Cegah Kecelakaan Saat Mudik, Kemnaker Periksa Kesehatan dan Kelelahan Pengemudi di 6 Kota
-
Boros Air Saat Ramadan Bisa Picu Pemborosan Biaya Rumah Tangga
-
Kemnaker dan Pelita Air Jalin Kerja Sama Pengembangan SDM Industri Penerbangan
Terpopuler
- Daftar Prodi Berpotensi Ditutup Imbas Fokus Industri Strategis Nasional
- 5 Parfum Scarlett yang Wanginya Paling Tahan Lama, Harga Terjangkau
- Perjalanan Terakhir Nuryati, Korban Tragedi KRL Bekasi Timur yang Ingin Menengok Cucu
- Membedah 'Urat Nadi' Baru Lampung: Shortcut 37 KM dan Jalur Ganda Siap Usir Macet Akibat Babaranjang
- 5 Rekomendasi Sepeda Roadbike Rp1 Jutaan, Cocok untuk Pemula hingga Harian
Pilihan
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
Terkini
-
Korupsi Chromebook, Ini Alasan Hakim Ringankan Vonis Sri Wahyuningsih
-
Update Kebakaran Apartemen Mediterania: Pemadaman Tuntas, Tim Damkar Pastikan Tak Ada Korban Jiwa
-
Jelang Hari Buruh, Jukir Liar dan PKL di Monas Jadi Target Penertiban
-
Wajib Tahu! 8 Hak Pekerja Perempuan yang Dijamin UU tapi Sering Diabaikan Perusahaan
-
Korupsi Chromebook, Eks Direktur SD Kemendikbudristek Divonis 4 Tahun Penjara
-
Korlantas Soroti Disiplin Pengendara, Lampu Kuning Justru Dianggap Tanda Ngebut?
-
Jelang Hari Buruh, Ketimpangan Upah dan Rentannya Pekerja Informal Disorot
-
Korea Utara Dilanda Kekeringan Parah, Kim Jong-un Malah Ambil Keputusan Ekstrem
-
Kelakuan Donald Trump Ubah Selat Hormuz Jadi Selat Trump, Harga Minyak Dunia Meledak
-
Nyawa Murah di Balik Tembok Kos: Mengusut Tragedi PRT Loncat dari Lantai 4 di Jakarta