Suara.com - Ketua Dewan Pertimbangan Golkar Akbar Tanjung mengaku tidak dilibatkan dalam penetapan Setya Novanto menjadi ketua fraksi Golkar DPR setelah lengser dari kursi ketua DPR. Keputusan tersebut dibuat Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie.
"Waktu Setya Novanto (jadi ketua fraksi) tidak ada berkomunikasi, pada waktu Ade Komaruddin (jadi ketua fraksi), saya berkomunikasi dengan dia. Dan kami punya pendapat yang sama. Tapi saat Novanto, terus terang saya tidak diajak oleh Aburizal Bakrie, jadi kalau mau tanya beliau (Aburizal) apa yang menyebabkan beliau sebagai ketua umum menunjuk Setya sebagai ketua fraksi," kata Akbar di kantornya, Akbar Tanjung Institute, Jakarta, Selasa (29/12/2015).
Kendati demikian, Akbar menaruh harapan di bawah Novanto, fraksi Golkar menjadi lebih baik. Akbar meminta fraksi ini tetap memperhatikan opini publik setiap kali fraksi akan membuat kebijakan.
"Sekarang ini perpolitikan di Tanah Air betul-betul harus memperhatikan, harus mendengar, harus mempertimbangkan opini publik, karena publiklah yang akan banyak menentukan sejauh mana partai itu mendapatkan legitimasi dari masyarakat," kata Akbar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?