Suara.com - Ketua Dewan Pertimbangan DPP Partai Golkar Akbar Tanjung menyarankan kepada kubu Agung Laksono dan Aburizal untuk menyelenggarakan musyawarah nasional partai pada tahun 2016. Tujuannya untuk menyatukan partai kembali.
"Kami sejak awal berpandangan penyelesaian ini terbaik adalah munas. Kami sebagai senior dan tokoh partai Golkar akan mengambil langkah-langkah mempelopori gerakan konsolidasi kepada semua pihak," kata Akbar di kantor Akbar Tandjung Institute, Jakarta, Selasa (29/12/2015).
Saran tersebut sebenarnya sudah disampaikan sejak awal konflik antara Agung dan Aburizal. Soalnya, jalur pengadilan akan memakan waktu yang sangat lama.
Bahkan, kata Akbar, ketika konflik dibawa ke tingkat Mahkamah Partai, Dewan Pertimbangan Partai Golkar pun merekomendasikan penyelesaian lewat munas.
"Demikian juga saat ada kekhawatiran di pilkada, kami juga sampaikan untuk melakukan munas. Ini artinya ada konsistensi sikap. Jadi bukan tiba-tiba melakukan munas," tuturnya.
Munas, kata Akbar, juga menjadi jalan keluar karena berdasarkan sejumlah tafsiran, umur Golkar hanya sampai akhir tahun ini. Di tahun depan, 2016, tidak ada legitimasi buat partai berlambang beringin.
"Oleh karena itu, kami sampaikan itu, dan kalau misalnya seperti yang disampaikan kalau tanggal 31 Desember (Golkar) berakhir kemudian tanggal 1 Januari 2016 dianggap vakum," tuturnya.
Meskipun Aburizal menolak penyelenggaraan munas, kata Akbar, Dewan Pertimbangkan akan kembali memberikan penekanan.
"Kita akan menjelaskan, meyakinkan, karena sampai saat ini belum ada penyelesaian. Lewat islah tidak bisa, damai tidak bisa dan belum ada tanda-tanda lainnya," ujar dia.
Akbar sadar munas memang tidak bisa dilakukan secara instant. Karenanya, dia terus berkomunikasi dengan seluruh stakeholder Golkar.
"Yang penting semangatnya melakukan Munas. Kalau semangatnya ada, munas akan lebih mudah. munas ini untuk menghadapi agenda politik ke depan, kaderisasi, program, yang muaranya kepada Pilpres 2019," ujar dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Sampah Tak Pernah Hilang, Ia Hanya Berpindah ke Masa Depan Kita
-
Inggris Investigasi Aliran Dana Badan Amal ke Permukiman Ilegal Israel di Tepi Barat
-
Tak Hanya Pemain Kini Giliran Pelatih Vietnam Serang Balik Justin Hubner
-
3 Contoh Susunan Panitia 17 Agustus 2026 Tingkat RT, Lengkap dengan Tugasnya
-
4 Facial Wash Gentle Tea Tree Oil untuk Kulit Berminyak Sesuai Review, Wajah Bersih tanpa Kering
-
Viral Petugas Transjakarta Antar Penumpang Disabilitas ke MRT, Pramono Soroti Akses Ramah Difabel
-
Purbaya Kenang Momen Investasi Hyundai Bangun Pabrik EV ke RI, Cuma Perlu 4 Bulan
-
Ditekuk Vietnam, PSSI Bakal Rekrut Pemain Arsenal hingga Stuttgart ke Timnas Indonesia?
-
Hafalan Shalat Delisa: Novel Tere Liye tentang Tsunami Aceh dan Keikhlasan
-
Polres Sukabumi Kota Sita 159 Botol Miras Ilegal, Tiga Penjual Terjaring Razia