Suara.com - Bagaimana nasib anggota Fraksi Golkar di DPR setelah kepengurusan Partai Golkar hasil musyawarah nasional yang digelar di Riau selesai pada Kamis (31/12/2015) jam 24.00 WIB?
"Mereka status quo. Tidak ada lagi kepengurusan fraksi," kata juru bicara DPP Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional di Ancol, Leo Nababan, kepada Suara.com, Jumat (1/1/2016).
Pernyataan Leo menyusul keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang mengadopsi keputusan Mahkamah Agung mencabut surat keputusan pengesahan pengurus Partai Golkar hasil munas di Ancol, Jakarta Utara, pimpinan Agung Laksono. Dengan demikian, kepengurusan dikembalikan pada hasil Munas Riau.
Menurut Leo situasi status quo Fraksi Golkar sangat berbahaya karena berpengaruh pada kebijakan yang akan diambil DPR.
"Ini berbahaya. Artinya, kalau kita jujur jangan sampai nanti masyarakat menilai keputusan di DPR ilegal. Dan itu bisa digugat orang," katanya.
Itu sebabnya, Leo berharap kepada Aburizal Bakrie dan Agung Laksono untuk memenuhi keputusan Mahkamah Partai untuk menyelenggarakan munas sebelum Oktober 2016.
"Kami tetap inginkan munas bersama sebagaimana di-endorse Pak Akbar Tanjung dan sesepuh lainya yang minta munas bersama. Tapi saya lihat, ARB belum ada niat," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan