Suara.com - Juru bicara DPP Partai Golkar hasil Musyawarah Nasional di Ancol, Leo Nababan, meminta Aburizal Bakrie dan Agung Laksono duduk bersama guna menyelenggarakan musyawarah nasional Partai Golkar sebelum Oktober 2016. Hal itu sesuai dengan keputusan Mahkamah Partai.
"Kita minta Pak Agung dan Pak Aburizal, kalau sayang kepada partai ini, harus duduk bersama untuk munas bersama panitia bersama untuk keselamatan semua kader dan partai," kata Leo kepada Suara.com, Jumat (1/1/2016).
Pernyataan Leo menyusul keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly membatalkan surat keputusan pengesahan pengurus Partai Golkar hasil munas di Ancol, Jakarta Utara, pimpinan Agung Laksono sehingga kepengurusan dikembalikan pada hasil Munas Riau yang digelar tahun 2009. Hanya saja, kepengurusan hasil Munas Riau sebagai kepengurusan yang sah telah selesai Kamis (31/12/2015) jam 24.00 WIB.
Leo menghormati keputusan Menkumham yang menjalankan perintah Mahkamah Agung, meski dampaknya, sejak pukul 00.00 WIB tadi, kepengurusan Golkar vakum. Sebab, keputusan MA yang diadopsi oleh Menkumham tidak menyebut Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie maupun Munas Ancol sah.
"Artinya dengan berakhirnya Munas Riau, maka kepengurusan Golkar sekarang vakum. Yang tertinggi saat ini tinggal keputusan Mahkamah Partai yang meminta sebelum Oktober 2016 harus munas," kata Leo.
Itu sebabnya, Leo berharap Agung Laksono dan Aburizal menjalankan keputusan Mahkamah Partai.
"Bila tidak (dijalankan), maka partai ini sudah habis Oktober 2016. Jadi, sebagaimana pesan Natal, damai di bumi dan damai di surga," katanya.
Leo mengingatkan bahwa Partai Golkar merupakan partai milik rakyat.
"Buka milik pribadi atau oligarki kekuasaan. Kepada partai lain, ini pelajaran terpenting, berbahaya kalau kekuasaan dipegang oleh saudagar. Saya tegas katakan itu dan ini pembelajaran terbaik untuk bangsa ini," katanya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Wasekjen PBNU: Usulan Perubahan Ketentuan AHWA Berasal dari Syuriyah PWNU Jateng
-
Wamendagri Ribka Tegaskan Hilirisasi Kakao Bukti Nyata Keberhasilan Dana Otsus Papua
-
Kabar Gembira! Pajak Film Nasional di Jakarta Dipangkas 50 Persen
-
Gegara Program Prioritas, Kementerian Ramai-ramai 'Mengemis' Anggaran Tambahan?
-
Stop Politisasi MBG! Asosiasi Desak BGN Fokus Benahi Tata Kelola usai Skandal Korupsi
-
Wagub Jabar Buka Danseskoad Cup 2026, Dorong Pembinaan Pesepak Bola Usia Dini
-
Pramono Anung Resmikan Wajah Baru Rasuna Said: Ingin Jadi Ikon Gembok Cinta Ala Paris
-
Sudah Keluar Modal Besar, Asosiasi Minta Kepastian dan Mitigasi usai Moratorium Dapur MBG
-
Cerita di Balik Halte Setiabudi Integritas: Ide Ketua KPK saat Naik Bus dari Ragunan
-
Mandalika hingga Rempang: Hak Rakyat Tergilas Proyek Negara, Pemulihan Cuma Janji?