Suara.com - Emosi Presiden AS Barack Obama langsung terlihat pada saat peluncuran aturan baru pembatasan pembelian senjata di Gedung Putih. Obama mengatakan "alasan konstan untuk tidak bertindak" harus berhenti.
Gedung Putih telah menguraikan rencana untuk aksi eksekutif, yang fokus pada pemeriksaan latar belakang.
Sebagian besar tindakan dapat dilakukan tanpa persetujuan Kongres.
"Itu sebabnya kami ada di sini. Kami tidak sedang melakukan sesuatu untuk menangani peristiwa penembakan massal yang terakhir, tapi kami sedang berupaya untuk mencegah peristiwa serupa yang berikutnya," katanya.
"Lobi industri senjata saat ini bisa menyandera Kongres. Tetapi mereka tidak akan bisa menyandera Amerika Serikat," kata Obama.
Dia memberi sambutannya dikelilingi oleh korban dan keluarga korban penembakan, mengingat penembakan massal di AS di masa lalu beberapa tahun dan kekerasan senjata sehari-hari di kota-kota seperti Chicago.
Sebuah Presiden emosional Barack Obama dipekerjakan semua keterampilan retorikanya untuk membenarkan apa yang, pada kenyataannya, tindakan eksekutif yang sederhana memperluas peraturan federal penjualan senjata api.
Berdiri di sebuah ruangan yang penuh dengan korban kekerasan senjata, ia menjelaskan bahwa pembunuhan anak sekolah di Newtown, Connecticut, berubah dia - dan bahwa ia berharap itu akan mengubah negara.
Tiga tahun telah berlalu sejak pembantaian sekolah, namun, dan negara tidak berubah. Sementara beberapa negara telah dikeraskan hukum mereka, orang lain telah diperluas hak pistol dan Kongres AS telah mengambil tindakan.
Jadi Obama melakukan apa yang dia bisa, dan dibungkus bergerak dalam bahasa yang terdengar lebih tepat untuk upacara mengumumkan pengesahan undang-undang yang menyapu, dalam lingkungan politik saat ini, tidak memiliki kesempatan untuk mencapai meja presiden.
Dan bahkan langkah kecil ini kemungkinan akan keras ditantang di pengadilan, di Kongres dan di kotak suara oleh mana Partai Republik memenangkan pertarungan nominasi untuk menggantikannya pada tahun 2017.
(BBC)
Berita Terkait
-
4 Ucapan Kontroversial Trump di Depan Donatur Partai Republik: Serang Media AS hingga Obama
-
Direktur Inteljen AS Tuduh Barack Obama Berkhianat Karena 'Manipulasi' Pemilu
-
Segini Harta Kekayaan Michelle Obama yang Kena Rumor Perceraian dengan Barack Obama
-
Diterpa Rumor Perceraian dengan Barack Obama, Michelle Obama Ungkap Fakta Sebenarnya!
-
Moment Langka! Trump dan Obama Terlihat Akrab saat Pemakaman Jimmy Carter
Terpopuler
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
- Link Resmi Pandang.istanapresiden.go.id buat Daftar Upacara Bendera HUT RI di Istana Negara
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
John Herdman Blak-blakan Akui Timnas Indonesia Sedang Terluka Jelang Melawan Singapura
-
Pemerintah Dorong Produk Indonesia Masuk Rantai Pasok Haji Arab Saudi
-
Catut Nama Prabowo, Istana Bantah Makalah Nobel Soal Program MBG
-
Lulur Keraton Kembali Jadi Sorotan, Warisan Kecantikan Nusantara yang Tetap Relevan hingga Kini
-
Calon Hakim Agung Usul RUU Perampasan Diganti Jadi Pemulihan Aset, Menkum Tunggu Langkah DPR
-
Dinilai Keliru, Mahasiswa Layangkan Nota Keberatan atas Inpres Koperasi Merah Putih
-
Kopdes Merah Putih Berpotensi Jadi 'Hambalang Kecil', Masa Depan Desa Digadaikan
-
Norman Joesoef Jadi Wamenhan? Pakar: Rawan Konflik Kepentingan dan Pengalaman Birokrasi Nol
-
Misteri Penusukan di 16 Ilir Palembang, Pria Banyuasin Alami Luka di Kepala hingga Bahu
-
Bekasi Bersiap Berpesta! Primaria Fest 2026 Suguhkan Pengalaman Indonesian Bounce Music yang Berbeda