Suara.com - Washington DC menjadi saksi momen langka ketika dua mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump dan Barack Obama, berbincang akrab di pemakaman Jimmy Carter pada Kamis (09/01/2025). Meskipun selama bertahun-tahun dikenal sebagai rival politik sengit, keduanya tampak santai dan bahkan berbagi tawa dalam percakapan pribadi yang kini terungkap sebagian isinya.
Dalam sebuah klip video yang banyak dibagikan, terlihat Trump membisikkan sesuatu ke telinga Obama. Trump terdengar berkata, "Saya sudah mundur dari itu. Itu karena kondisinya. Bisa bayangkan?" Meski konteks dari pernyataan ini belum jelas, beberapa spekulasi menyebutkan bahwa Trump mungkin merujuk pada komitmen politik atau pribadi yang telah ia batalkan.
Trump kemudian menambahkan, "Saya tidak bisa bicara di sini. Kita harus cari tempat yang lebih sepi. Kadang ini soal penting yang perlu kita tangani di luar, tentunya hari ini," yang kemudian direspons dengan anggukan oleh Obama.
Menurut Judi James, seorang ahli bahasa tubuh, interaksi antara Trump dan Obama menunjukkan adanya keakraban yang mengejutkan.
"Sapaan singkat 'hi' saat Obama tiba mungkin memberikan kesan awal bahwa suasana antara mereka akan dingin, tetapi kemudian Obama melepas kancing jasnya dan duduk, dan tiba-tiba kita melihat ritual yang tampak seperti persahabatan hangat," ujar James.
Ia menambahkan bahwa Trump terlihat tersenyum dengan ekspresi seperti sedang mengharapkan tawa empatik dari Obama. Percakapan mereka yang panjang dan penuh animasi diselingi dengan senyuman serta beberapa kali tawa kecil.
James juga mencatat momen menarik ketika Obama mengangkat sisi buku panduan acara pemakaman, seolah-olah berusaha membuat “layar” sementara untuk menutupi percakapannya dengan Trump.
"Kesan yang muncul adalah adanya hubungan yang ramah dengan beberapa nilai bersama, meskipun mungkin bukan nilai politik," tambah James.
Dalam bagian lain acara, Presiden Joe Biden, yang akan mengakhiri masa jabatannya dalam 11 hari, memberikan eulogi yang menekankan karakter kuat Jimmy Carter.
Baca Juga: Di Tengah Provokasi Trump soal Negara Bagian ke-51, Kanada Kirim Bantuan Kebakaran ke California
"Kita memiliki kewajiban untuk tidak memberikan ruang bagi kebencian," ujar Biden.
Ia juga mengingatkan pentingnya melawan penyalahgunaan kekuasaan dan memperlakukan semua orang dengan martabat serta rasa hormat.
Sebelum acara dimulai, Trump juga terlihat berjabat tangan dengan mantan Wakil Presiden Mike Pence. Ini merupakan interaksi yang jarang terjadi sejak perselisihan mereka akibat penolakan Pence untuk membantu Trump membatalkan hasil pemilu empat tahun lalu.
Di sisi lain, Wakil Presiden Kamala Harris, yang kalah dari Trump dalam pemilu November, masuk ke ruangan setelah Trump dan tidak terlihat berinteraksi dengannya.
Jimmy Carter, yang meninggal dunia pada 29 Desember dalam usia 100 tahun, dikenal sebagai presiden yang dihormati karena karakter dan integritasnya. Menariknya, dua dari eulogi yang dibacakan ditulis oleh orang-orang yang telah meninggal lebih dahulu, yaitu mantan wakil presiden Walter Mondale dan pendahulunya di Gedung Putih, Gerald Ford.
Acara pemakaman ini tidak hanya menjadi penghormatan terakhir bagi Carter, tetapi juga momen bersejarah yang memperlihatkan sejenak harmoni di antara para pemimpin dari kubu politik yang berbeda.
Berita Terkait
-
Di Tengah Provokasi Trump soal Negara Bagian ke-51, Kanada Kirim Bantuan Kebakaran ke California
-
Akankah Kanada Dicaplok AS? Ini Kata Trudeau Soal Taktik Trump
-
Kebijakan Presiden AS Terpilih Donald Trump Buat Jeblok Nilai Tukar Rupiah Hari Ini
-
Pelantikan Trump Jilid 2: Lebih Meriah atau Lebih Kontroversial?
-
Trump Ingin Kuasai Greenland, Uni Eropa: Kami Benua yang Kuat!
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- Harga Beda Tipis: Mending Yamaha Gear Ultima, FreeGo atau X-Ride untuk Rumah Tangga?
Pilihan
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
-
Kapal Perang AS Dihantam 2 Rudal karena Coba Masuk Selat Hormuz, Klaim Iran
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
Terkini
-
PKB Buka Suara soal Ambang Batas Parlemen: Fleksibel soal Angka, Asal Suara Rakyat Tak Hilang
-
Antisipasi Dampak ke Jokowi Jadi Alasan PSI Terima Pengunduran Diri Ade Armando
-
Kabur ke Bogor, Motif Pelaku Bacok Karyawan Roti di Cengkareng Ternyata Gara-gara Nyaris Senggolan!
-
Uji Publik RUU Hak Cipta: AI dan Royalti Jadi Fokus
-
KPK Dalami Kasus Maidi, Tiga Kepala Dinas Pemkot Madiun Diperiksa
-
KPAI Tekan Polisi Segera Tahan Tersangka Kasus Kekerasan Seksual di Ponpes Pati
-
Inflasi April Terkendali 2,42%, Kemendagri Minta Daerah Jangan Lengah
-
Prabowo Sahkan Perpres Kesejahteraan Hakim Ad Hoc, Sahroni Ikut Sorot Jaksa di Daerah Terpencil
-
Bantah Sengaja Lawan Arus, Kadispenad Sebut Mobil Dinas TNI Berpelat 1-45 Terjebak Macet
-
Karena Ini, Transjakarta Tutup Sementara Halte Manggarai Mulai Besok