Suara.com - Hubungan antara Iran dan Arab Saudi semakin memburuk setelah pada hari Kamis (7/1/2016) Teheran memutuskan semua hubungan komersial dengan Riyadh dan menuduh jet Saudi menyerang kedutaan besarnya di ibukota Yaman.
Selama beberapa hari terakhir. kekuasaan Muslim Syiah Iran dan kerajaan Sunni konservatif Arab Saudi terlibat ketegangan serius akibat dieksekusinya ulama Syiah Nimr al-Nimr oleh Arab Saudi. Selama ini Nimr memang dikenal sebagai lawan dari dinasti yang berkuasa di Arab Saudi dan selalu konsisten menuntut hak-hak yang lebih besar bagi kaum minoritas Syiah di Arab Saudi.
Arab Saudi, beserta sekutunya Bahrain, Sudan, Djibouti dan Somalia telah memutuskan hubungan diplomatik mereka dengan Iran minggu ini. Adapun Uni Emirat Arab menurunkan hubungan, termasuk Kuwait, Qatar dan Komoro setelah kedutaan Saudi di Teheran diserbu oleh demonstran oleh 46 laki-laki.
Dalam rapat kabinet yang dipimpin oleh Presiden Iran Hassan Rouhani Kamis, Teheran melarang semua impor dari Arab Saudi. Arab Saudi telah mengumumkan pada hari Senin (4/1/2016) bahwa Riyadh telah menghentikan hubungan perdagangan dan lalu lintas udara dengan Republik Islam.
Iran. Ia juga mengatakan pada hari Kamis (7/1/2016) bahwa pesawat tempur Saudi telah menyerang kedutaan besarnya di ibukota Yaman, Sanaa.
"Arab Saudi bertanggung jawab atas kerusakan gedung kedutaan dan cedera beberapa stafnya," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Hossein Jaber Ansari seperti dikutip oleh kantor berita negara, IRNA.
Warga dan saksi di Sanaa mengatakan tidak ada kerusakan pada gedung kedutaan di distrik Hadda. Mereka mengatakan serangan udara telah menghantam sebuah lapangan umum sekitar 700 meter (meter) dari kedutaan dan beberapa batu dan pecahan peluru mendarat di halaman kedutaan.
Iran akan menyampaikan laporan resmi pada serangan beberapa waktu lalu pada PBB, Kamis (7/1/2016).
Wakil Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir-Abdollahian mengatakan debuah koalisi yang dipimpin oleh Arab Saudi telah memerangi gerakan Houthi Syiah, kelompok yang menjadi sekutu Iran- di Yaman sejak Maret 2015.
Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi Brigjen Ahmed Asseri mengatakan jet mereka melakukan serangan berat di Sanaa pada Rabu malam (6/1/2016). Ia menargetkan peluncur rudal yang digunakan oleh milisi Houthi melawan Arab Saudi.
Ia mengatakan koalisi akan menyelidiki tuduhan Iran dan bahwa Huthi telah menggunakan fasilitas sipil termasuk kedutaan ditinggalkan.
(Antara)
Berita Terkait
-
Konflik AS - Iran Kembali Memanas, Harga Minyak Dunia Naik ke Level 72 Dolar AS
-
Media Iran Terang-terangan Sebut Teheran Tak Punya Pilihan Perlu Bangun Senjata Nuklir
-
Iran Serukan Negara Tetangga Blokir Pesawat Tempur Asing Demi Kedamaian di Timur Tengah
-
Amerika: Perdamaian AS - Iran Tidak Batal, Meski Ada Baku Tembak
-
Harga Minyak Dunia Melonjak Usai Perdamaian Iran - AS Terancam Batal Total
Terpopuler
- 4 HP Murah Terbaru 2026 untuk Anak Sekolah: Baterai 7000 mAh hingga Koneksi 5G
- 3 Rekomendasi Bedak Padat di Indomaret untuk Makeup Halus dan Tahan Lama
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- Keunggulan Pompa Air Shimizu PL-138 BIT, Solusi Air Jernih Anti Karat
Pilihan
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
-
Pelatih Timnas Iran Desak Infantino Tegas Terhadap AS: Perlakuan Mereka Buruk!
-
Korban Meninggal Latsarmil SPPI Bertambah Menjadi 5 Orang, Ini Penjelasan Kemhan
Terkini
-
Jokowi Injak Kepala Kerbau, PDIP Tertawa
-
Bocah 4 Tahun Tewas Terjeblos Lubang Galian di Manggarai, Polisi Selidiki Dugaan Kelalaian
-
Warga Kampung Bayam Geruduk Balai Kota, Tagih Janji Pramono soal Hunian dan Hak Dasar
-
Ribuan Pengungsi di Indonesia Belasan Tahun Tanpa Kejelasan, Ini Penjelasan UNHCR
-
Viral Balap Liar Tutup JLNT Antasari, Ahmad Sahroni: Penjarakan, Biar Kapok!
-
Polisi Tetapkan Dua Tersangka Kasus Penyekapan Tiga Karyawan Percetakan di Senen
-
Iphone XS Rp 34 Juta Tak Dibayar Pemenang Lelang KPK
-
Pakar UGM Nilai Pelatihan Militer untuk Manajer Koperasi Salah Arah
-
Korban Gempa Venezuela Tembus 1400 Jiwa, Infrastruktur Negara Lumpuh Total
-
KPK Minta RS Polri Segera Tuntaskan Perawatan Gus Yaqut