Bisnis / Energi
Rabu, 04 Februari 2026 | 10:24 WIB
Ilustrasi harga minyak dunia [Shutterstock]
Baca 10 detik
  • Harga minyak dunia naik pada Rabu, 4 Februari 2026 dipicu ketegangan AS-Iran pasca penembakan drone dan kapal Iran.
  • Minyak Brent dan WTI mengalami kenaikan signifikan; Brent mencapai $67,98 dan WTI $63,90 per barel.
  • Faktor lain pendukung harga termasuk penurunan tajam stok minyak mentah AS dan kekhawatiran sanksi minyak Rusia.

Suara.com - Harga minyak dunia melanjutkan tren kenaikan pada Rabu, 4 Februari 2026. Hal itu dipicu ketegangan antara Amerika Serikat dengan Iran.

Dilaporkan, AS telah menembak drone dan kapal bersenjata Iran di Selat Hormuz yang menimbulkan kekhawatiran akan peningkatan ketegangan antara Washington dan Teheran.

Mengutip dari Investing.com, harga minyak mentah Brent berjangka naik 65 sen, atau 1,0 persen, menjadi 67,98 dolar AS per barel pada pukul 01.11 GMT atau 08.11 WIB.

Minyak mentah West Texas Intermediate AS naik 69 sen, atau 1,1 persen menjadi 63,90 dolar AS per barel.

Tercatat, kedua indeks acuan tersebut naik hampir 2 persen pada hari Selasa.

Militer AS pada hari Selasa menembak jatuh drone Iran yang mendekat secara "agresif" ke kapal induk Abraham Lincoln di Laut Arab, demikian pernyataan militer AS dalam insiden yang pertama kali dilaporkan oleh Reuters.

Secara terpisah, di Selat Hormuz, sekelompok kapal bersenjata Iran mendekati tanker berbendera AS di utara Oman, menurut sumber maritim dan konsultan keamanan.

Ilustrasi kapal tanker minyak. [Pixabay]

Sementara itu, Teheran menuntut agar pembicaraan dengan AS minggu ini diadakan di Oman, bukan Turki, serta cakupannya dipersempit hanya pada negosiasi nuklir bilateral.

Hal ini menimbulkan keraguan apakah pertemuan akan berjalan sesuai rencana. Satoru Yoshida, analis komoditas dari Rakuten Securities, menyatakan bahwa ketegangan di Timur Tengah ini menyokong kenaikan harga minyak.

Baca Juga: Efek Venezuela dan Sentimen OPEC+, Harga Minyak Melemah ke Level 69 Dolar AS

"Meningkatnya ketegangan di Timur Tengah memberikan dukungan kepada pasar minyak," kata Satoru Yoshida.

Negara anggota OPEC seperti Arab Saudi, Iran, UEA, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentahnya melalui Selat Hormuz, terutama ke Asia. Berdasarkan data EIA, Iran adalah produsen minyak terbesar ketiga di OPEC pada tahun 2025.

Harga minyak juga didorong oleh data industri yang menunjukkan penurunan tajam stok minyak mentah AS sebesar 11 juta barel pekan lalu menurut angka API.

Data resmi EIA dijadwalkan rilis Rabu pukul 10.30 EST, dimana sebelumnya analis memperkirakan adanya kenaikan stok.

Selain itu, kesepakatan dagang AS-India dan serangan Rusia ke Ukraina yang terus berlanjut menambah kekhawatiran akan sanksi minyak Rusia yang berkepanjangan, mendukung harga WTI tetap di kisaran 65 dolar AS per barel.

"Perjanjian perdagangan India dengan AS untuk menghentikan pembelian minyak mentah Rusia, bersamaan dengan perang Rusia-Ukraina yang sedang berlangsung, juga memberikan dukungan," kata Yoshida, memperkirakan bahwa WTI kemungkinan akan terus diperdagangkan sekitar 65 dolar AS per barel untuk saat ini.

Load More