Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla mendampingi Presiden Joko Widodo dalam menghadiri acara peresmian Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDI Perjuangan Periode Tahun 2015-2020 di Jakarta, Minggu.
Berdasarkan informasi dari Sekretariat Wakil Presiden yang diterima di Jakarta, Minggu pagi, acara tersebut dijadwalkan berlangsung di Hall D, Jakarta International Expo Kemayoran di Jalan Benyamin Suaeb, Pademangan, Jakarta.
Sebelumnya, Wapres kepada wartawan seusai memimpin rapat terbatas di Kantor Wapres, Jakarta, Kamis (7/1), menyatakan bahwa bila pihak PDIP mengundang dirinya untuk menghadiri Rakernas PDIP 10-12 Januari 2015, dia akan menghadirinya.
Jusuf Kalla juga telah mengunjungi kediaman Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan tidak menghadiri rapat terbatas di Kantor Presiden, Jumat (8/1) siang.
"(Ketemu) Di rumahnya, biasa saja. Kan kita harus menghormati ketua partai. Dia (Megawati) ketua partai pendukung Pemerintah. Saya makan dengan Bu Mega ya biasa saja," kata Wapres.
Wapres mengaku tidak ada pembicaraan khusus dalam pertemuannya dengan Megawati itu, hanya berkoordinasi mengenai keberlangsungan pemerintahan.
Menurut Wapres Kalla, dalam pertemuan tersebut Megawati menyampaikan harapannya supaya pemerintahan berjalan stabil di berbagai bidang.
Kalla juga mengaku tidak ada pembahasan terkait rencana perombakan susunan Kabinet Kerja dalam waktu dekat.
"Tidak ada (bahas reshuffle). Beliau (Megawati) minta agar negeri ini stabil, kita kembangkan ekonomi, usaha rakyat dan meminta kesenjangan diperbaiki," katanya. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
APPMBGI Ingatkan Potensi Tekanan Pasokan Pangan Imbas Program MBG
-
Presiden Iran Tolak Negosiasi di Bawah Tekanan dan Blokade
-
Bantah Isu Bansos Dipotong, Gus Ipul: Itu Narasi Menyesatkan dan Potensi Penipuan!
-
Donald Trump Klaim Terima Usulan Baru dari Iran usai Batalkan Misi Perundingan ke Pakistan
-
Donald Trump Batalkan Keberangkatan Utusan ke Pakistan, Negosiasi Iran AS Kembali Buntu
-
Motif Konyol 'Prank' Damkar Semarang Terungkap: Kesal Debitur Susah Ditagih Utang Rp2 Juta!
-
WHO Sebut Butuh Rp172 Triliun untuk Pulihkan Sistem Kesehatan Gaza dalam 5 Tahun
-
Kekerasan Anak di Little Aresha, Pengurus Hingga Pemilik Terancam Hukuman Berat
-
Bidik Top 50 Kota Global, Jakarta Resmi Jalin Kerja Sama Sister City dengan Jeju Korsel
-
SPAI Desak Pemerintah: Hapus Perbudakan Modern, Akui Pengemudi Ojol Sebagai Pekerja Formal!