Suara.com - Istana Kepresidenan belum mengkonfirmasi secara resmi adanya isu dan kabar reshuffle alias perombakan kabinet yang semakin kencang pada Minggu malam.
Tim Komunikasi Presiden Ari Dwipayani ketika dihubungi di Jakarta, Minggu, mengatakan ia belum mendapatkan informasi secara resmi terkait hal itu.
"Belum ada konfirmasi," katanya setelah beberapa saat dihubungi Minggu (10/1/2016).
Sejumlah sumber di lingkaran Istana Kepresidenan pada Minggu sore pun tidak bisa dihubungi karena nomor yang sibuk.
Sementara salah satu relawan Jokowi Reinhard Parapat ketika dihubungi mengatakan hal serupa.
"Saya belum dengar kalau reshuffle malam ini. Saya coba cek," katanya.
Sebelumnya Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada Jumat (8/1) memastikan Presiden Joko Widodo tak akan terpengaruh dengan rumor.
"Istana tidak tergantung pada rumor, Istana yang memutuskan," katanya dalam konferensi pers.
Biasanya, kata Pramono, rumor justru dibuat oleh pihak yang berharap masuk dalam Kabinet Kerja. Namun, dia memastikan usaha yang dilakukan pihak tersebut tak akan berhasil mencapai tujuan.
"Biasanya yang (menyebarkan rumor) begitu enggak pernah kesampaian. Dijaminlah," kata kader PDIP tersebut. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Sidang Kasus Andrie Yunus, Eks Kepala BAIS: Kalau Dipaksa ke Peradilan Umum Bisa Berujung Impunitas
-
3 Bos KoinWorks Dijebloskan ke Bui, Skandal Korupsi Kredit Rp 600 Miliar
-
Soal Ketimpangan Personel Polri, Kapolri: Ada yang Harus Dirampingkan dan Diperkuat
-
Jangan Cuma Salahkan Sopir! DPR Soroti Kondisi Jalan Nasional di Balik Kecelakaan Maut Bus ALS
-
Resmi! Muktamar ke-35 NU Digelar 1-5 Agustus 2026, Siap Pilih Ketum PBNU dan Rais Aam
-
Listyo Sigit Buka Suara soal Rekomendasi Calon Kapolri Harus Punya Sisa Masa Dinas 2-3 Tahun
-
Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budhi Utama Muncul di Dakwaan Korupsi, Menkeu: Tak Dinonaktifkan
-
Gus Ipul Bantah Tahan SK Jelang Muktamar PBNU: Itu Kabar Menyesatkan
-
Motif 'Sakit Hati' Gugur di Persidangan! TAUD: Serangan ke Andrie Yunus Itu Operasi, Bukan Dendam
-
Hakim Nur Sari Semprot Dirjen Binwasnaker Fahrurozi: Saudara Lahir di Kemnaker, Masa Tidak Tahu?