Suara.com - Pemeriksaan terhadap Jessica Kumala Wongso (27) dilakukan di ruangan khusus di gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Rabu (20/1/2016).
Ruangan pemeriksaan tersebut terletak di dekat tempat kerja Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Krishna Murti.
"Di ruang sebelah, kan masuk ruangan dir (Krishna), ada ruangan sespri ada ruangan rapat kan. Ruang sebelah memang untuk introgasi khusus," kata Krishna di Polda Metro Jaya.
Jessica diperiksa sebagai saksi kasus kematian temannya, Wayan Mirna Salihin (27). Jessica dan satu teman lagi, Hani, berada di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, Rabu (6/1/2016), saat peristiwa terjadi. Mirna meninggal setelah menyeruput es kopi Vietnam yang dipesan oleh Jessica.
Jessica, Hani, dan Mirna merupakan teman satu sekolah di Billy Blue College of Design, Sidney, Australia. Mereka lulusan tahun 2008.
Krishna menjelaskan alasan Jessica ditempatkn di ruang khusus agar proses pemeriksaan dapat diawasi.
"Saya bisa mantau kemudian lebih tenang nggak seliwar-seliwer, nggak dikerubut kalian (media) dan saya bisa lihat langsung hasilnya," kata Krishna.
Polisi memastikan es kopi yang diminum Mirna mengandung racun mematikan, sianida, seberat sekitar tiga gram.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?
-
Gus Ipul Wanti-wanti Pengelola Sekolah Rakyat: Jangan Sampai Aset Negara Jadi Masalah
-
Harga Minyak Dunia Anjlok 6 Persen Usai Ketegangan AS-Iran di Selat Hormuz Mereda
-
Studi Ungkap Gunung Berapi yang Tidur Ribuan Tahun Ternyata Bisa Tetap Aktif: Mengapa?
-
Menaker: Sertifikasi Kompetensi Jadi Bukti Formal Penting Bagi Lulusan Magang
-
6 Fakta di Balik Bebasnya Piche Kota Indonesian Idol dari Tahanan Kasus Dugaan Pemerkosaan
-
Wabah Hantavirus di Kapal MV Hondius Memaksa Spanyol Ambil Tindakan Darurat Evakuasi Penumpang
-
Muatan Penumpang Disorot! Bus ALS Maut yang Tewaskan 16 Orang Angkut Tabung Gas hinga Sepeda Motor
-
Tragedi Bus ALS vs Truk Tangki di Sumsel: 16 Jenazah Tiba di RS Bhayangkara, Mayoritas Luka Bakar!