Suara.com - Wakil Ketua DPR Agus Hermanto mempersilakan penegak hukum untuk membongkar kasus korupsi yang menimpa Anggota Komisi V DPR RI Damayanti Wisnu Putranti. Apalagi, kasus yang ditangani KPK ini disebut-sebut menyangkut ke banyak orang.
"Kalau isu, kita tidak berhak menanggapi. Tapi kita serahkan kepada alat penegak hukum dalam hal ini KPK untuk mengusut tuntas," kata Agus di DPR, Kamis (21/1/2016).
Dia menegaskan, penegakan hukum jangan berdasarkan isu. Politisi Demokrat ini mengatakan aparat penegak hukum harusnya bekerja berdasarkan fakta untuk pengungkapan sebuah kasus.
"Ini harus diusut tuntas sehingga yang ada bukan hanya isu. Tapi fakta yang benar-benar ada. Kalau memang tidak ada sampaikan kepada khalayak ramai, memang tidak benar ada seperti itu," ujar dia.
Untuk diketahui, KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) untuk kasus suap proyek pembangunan Jalan di Kawasan Indonesia Timur yang masuk dalam anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat.
Empat orang menjadi tersangka dalam kasus ini, Yaitu Julia Prasetyarini, Dessy , Edwin, dan Abdul Khoir, yang merupakan pihak swasta. Serta Anggota Komisi V Fraksi PDIP Damayanti Wisnu Putranti.
Saat OTT ini berjalan, KPK mengamankan total uang sebesar 404ribu dollar Singapura. Para tersangka sendiri ditangkap di beberapa lokasi berbeda, di Jakarta.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Abraham Samad Ungkap Pertemuan dengan Prabowo: Soal Perbaikan IPK Tidak Boleh Omon-omon
-
Jawaban Menpar Widiyanti Usai Diberi Nilai 50 Oleh Anggota DPR: Subjektif, Cuma Satu Orang
-
Atasi Sampah di Bali, Menpar Widyanti Siap Jalankan Gerakan Indonesia Asri Arahan Prabowo
-
Cak Imin Ungkap Obrolan PKB Bareng Prabowo di Istana: dari Sistem Pilkada hingga Reshuffle?
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih
-
DPR Soroti Tragedi Siswa SD NTT, Dorong Evaluasi Sisdiknas dan Investigasi Menyeluruh