Suara.com - Polisi telah menetapkan Jessica Kumala wongso sebagai tersangka kasus pembunuhan Wayan Mirna Salihin. Saat ini, teman Mirna itu sudah berada di Mapolda Metro Jaya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar Krishna Murti mengatakan, penyidik pun sudah mengajukan pertanyaan kepada Jessica.
"Pertanyaan pertama adalah 'apakah anda sehat jasmani atau rohani dan merasa nyaman, dan kita kroscek dengan bidokkes Polda Metro," kata Krisna di Polda Metro Jaya hari ini, Sabtu (30/1/2016).
Penyidik, kata Krishna juga bertanya apakah ada kuasa hukum yang akan mendampingi selama pemeriksaan. "Bila tidak ada, negara akan menyediakan pengacara," ucapnya.
Lebih lanjut Krishna mengatakan pihaknya akan lebih dulu menunggu kuasa hukum yang bersangkutan datang selama 1 kali 24 jam sebelum membuka Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
"Jadi sekarang kami masih melakukan pemeriksaan sebagai statusnya sebagai tersangka, bukan lagi saksi," ujar dia.
Jessica ditangkap di Hotel Neo Mangga Dua Square, Jakarta, pagi tadi pukul 07.45 WIB, oleh Penyidik Subdit Jatanras yang dipimpin oleh Kanit 4 Subdit Jatanras Kompol Tahan Marpaung. Saat ini Jessica sudah berada ke Mapolda Metro Jaya.
Menurut Krishna, Jessica ditetapkan menjadi tersangka sejak Jumat (29/1/2016) pukul 23.00 WIB.
Seperti diketahui, Mirna meninggal dunia usai minum es kopi Vietnam di kafe Olivier pada Rabu (6/1/2016). Saat itu, Mirna bersama dua temannya, Jessica dan Hani, ada di meja yang sama.
Di berbagai kesempatan, Jessica membantah keras terlibat dalam kasus pembunuhan Mirna.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Rentetan Tembakan Mencekam Paksa Gedung Putih Lockdown Total
-
Penembakan Gedung Putih, Pengamanan Donald Trump Diperketat Usai Insiden Baku Tembak Berdarah
-
Terdakwa Militer Dituntut Ringan, Keluarga Kacab BRI Gugat Pasal Peradilan Koneksitas ke MK
-
Hujan Lebat Disertai Petir Ancam Akhir Pekan Warga Jakarta Selatan dan Timur Jelang Petang
-
Program MBG Serap 1,28 Juta Tenaga Kerja, Ribuan UMKM hingga Peternak Ikut Kecipratan
-
Jateng Genjot Investasi EBT dan Pengelolaan Sampah, Ahmad Luthfi Tawarkan ke Para Pengusaha Tiongkok
-
'Kan Bisa di-Google', Jimly Asshiddiqie Sindir Pansel yang Loloskan Hery Susanto
-
Pansel Dinilai Kecolongan Loloskan Hery Susanto Jadi Ketua Ombudsman
-
Studi Temukan Mikroplastik Menyusup ke Sperma dan Ketuban, Apa Dampaknya?
-
Momen Prabowo Mau Reshuffle Zulhas Gara-Gara Salah Kasih Info Nama Desa, Ternyata Cuma Guyon