- Kematian pekerja tambang nikel PT Hengjaya Morowali, Sawar (56) pada Selasa (24/3) didesak diusut serius oleh DPRD Sulteng.
- DPRD menilai insiden tersebut mengarah pada pelanggaran hukum terstruktur, bukan sekadar kecelakaan kerja biasa yang harus ditutup-tutupi.
- Perlakuan jenazah korban yang dibungkus karung menuai kritik tajam sebagai bentuk hilangnya empati dan tanggung jawab moral perusahaan.
Suara.com - Kematian seorang pekerja di area tambang nikel PT Hengjaya, Morowali, menuai sorotan tajam dari DPRD Sulawesi Tengah. Sekretaris Komisi III DPRD Sulteng, Muhammad Safri, menilai peristiwa tersebut tidak bisa dipandang sebagai kecelakaan kerja biasa.
“Ini bukan sekadar kelalaian. Ini mengarah pada pelanggaran hukum yang sistematis dan terstruktur. Negara tidak boleh tunduk pada perusahaan yang jelas-jelas melanggar aturan,” katanya di Palu, Jumat.
Safri menegaskan, kasus kematian pekerja tersebut harus diusut sebagai dugaan pelanggaran serius yang menyangkut keselamatan dan nyawa manusia. Ia menolak jika peristiwa itu disederhanakan atau ditutup-tutupi.
Perhatian juga tertuju pada perlakuan terhadap jenazah korban yang dinilai tidak manusiawi. Berdasarkan laporan yang diterima, jenazah disebut dibungkus menggunakan karung, yang menurutnya merupakan bentuk penghinaan terhadap martabat manusia.
“Ini menunjukkan hilangnya empati dan tanggung jawab moral dari pihak perusahaan. Perilaku seperti ini tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun,” katanya menegaskan.
Ia pun meminta aparat penegak hukum, khususnya Polres Morowali, untuk mengusut kasus ini secara profesional, transparan, dan tanpa intervensi pihak mana pun. Safri mengingatkan agar tidak ada upaya menutup-nutupi fakta.
“Polisi harus terbuka dan jujur kepada publik. Usut tuntas kasus ini, bongkar semua pelanggaran, baik itu SOP K3 maupun dugaan unsur pidana. Jangan sampai ada permainan di balik layar. Jika ini ditutup-tutupi, kepercayaan masyarakat terhadap hukum bisa runtuh,” pesannya.
Sebelumnya, seorang pekerja bernama Sawar (56), warga Desa Bete-Bete, Kecamatan Bahodopi, dilaporkan tewas saat bekerja di jaringan kabel pada tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTET) milik PT Hengjaya pada Selasa (24/3).
Korban diketahui berangkat kerja seperti biasa diantar oleh anaknya sekitar pukul 07.00 Wita dan biasanya dijemput kembali pada sore hari. Namun pada hari kejadian, korban tidak merespons saat dihubungi, sehingga menimbulkan kekhawatiran keluarga.
Baca Juga: Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3
Saat keluarga menuju lokasi kerja, mereka berpapasan dengan kendaraan perusahaan yang membawa jenazah korban dalam kondisi telah dibungkus karung goni. Keluarga kemudian meminta agar jenazah dibawa langsung ke rumah duka.
Jenazah sempat dibawa ke Puskesmas Bahodopi untuk dilakukan visum luar. Pihak keluarga juga telah melaporkan kejadian ini kepada kepolisian guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Berita Terkait
-
Strategi Kemnaker Menekan Angka Kecelakaan Kerja melalui Penguatan Ahli K3
-
DPR Sebut Tragedi di Kawasan IMIP Alarm Nasional, Desak Evaluasi Total Tata Kelola Lingkungan
-
Jakarta Juara Sampah Plastik, Tapi Morowali Tertinggi Per Kapita Imbas Ledakan Industri Nikel
-
Flyjaya Resmi Layani Rute Morowali, Cek Link Tiketnya di Sini
-
Tak Kunjung Penuhi Kewajiban Reklamasi, 45 Perusahaan Tambang Terancam Dicabut Izin
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Acer Aspire 7 Pro Terbaru Dibanderol Rp13,49 Juta, Bawa RTX 3050 dan 2 Slot RAM Siap Upgrade
-
Bank Sumsel Babel Tebar Promo HUT RI, Jajan Cukup Bayar Rp1.945 dengan QRIS BSB Mobile
-
Cashback Jadi Andalan Luna Maya Saat Belanja, Sudah Kumpulkan Hingga Rp 1,6 Juta
-
Bank Sumsel Babel Perluas Layanan, 624 Prajurit Yonif TP 893 Kini Punya Akses Perbankan
-
Dari Sekolah hingga UMKM, Internet Mengubah Kehidupan Warga di Daerah 3T
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dikendalikan, Hujan Buatan Terkendala Awan
-
Karhutla Sumsel Makin Sulit Dipadamkan, Sumber Air Mulai Jadi Masalah
-
Viral Tukang Cukur di Rancabungur Dimarahi Karena Belum Pasang Bendera, Ini Kata Camat
-
Bintang-bintang Legendaris Liga Inggris akan Saling Berhadapan di GBK, Catat Waktunya
-
Yenti Garnasih Bongkar Indikasi TPPU Febrie dan Luruskan Istilah Kriminalisasi