- Menteri Sosial Gus Ipul dukung perlindungan sosial WBP lewat skema Penerima Bantuan Iuran (PBI) di Jakarta, Jumat (27/3).
- Pemerintah prioritaskan perluasan jaminan sosial narapidana sejalan mandat konstitusi perlindungan kelompok rentan negara.
- Kemensos juga siapkan bansos lain, rehabilitasi, dan pemberdayaan ekonomi bagi WBP berdasarkan kriteria.
Suara.com - Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyatakan dukungannya terhadap rencana pemberian perlindungan sosial bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) melalui skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Dukungan itu disampaikan saat menerima kunjungan anggota DPR dan perwakilan Ditjen Pemasyarakatan di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Jumat (27/3).
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan difokuskan pada kemungkinan perluasan jaminan sosial bagi narapidana. Pemerintah menilai skema ini sejalan dengan mandat konstitusi terkait perlindungan kelompok rentan.
“Ini sesuai Pasal 34 Undang-Undang Dasar 1945. Fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara,” kata Gus Ipul.
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan kepada WBP nantinya mengikuti skema PBI yang sudah berjalan, di mana iuran ditanggung oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan.
Kementerian Sosial mencatat, dari total 275.513 warga binaan pemasyarakatan, sebanyak 112.882 orang telah masuk dalam skema PBI. Namun, pemerintah masih akan melakukan verifikasi lanjutan dengan melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memastikan ketepatan sasaran.
Selain PBI, Kemensos juga membuka peluang pemberian bantuan sosial lain bagi WBP yang memenuhi kriteria. Bantuan tersebut mencakup Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan sembako, hingga intervensi sosial lainnya.
“Jadi siapapun yang masuk kriteria bisa mendapatkan bansos sebagai perlindungan. Sifatnya bantuan sosial itu sementara, supaya mereka bisa bangkit menjadi keluarga yang mandiri. Jadi bansos itu sebenarnya hanya sementara,” tuturnya.
Ia menambahkan, setelah fase perlindungan sosial, pemerintah akan melanjutkan dengan program rehabilitasi dan pemberdayaan, tergantung kondisi masing-masing penerima manfaat.
Baca Juga: Gus Ipul Pecat PNS Kemensos Meski Data Absen Selalu Hadir, Ternyata Ini Triknya!
Rehabilitasi hingga Pemberdayaan
Dalam skema yang disiapkan, warga binaan yang membutuhkan akan mendapatkan layanan rehabilitasi sosial melalui sentra milik Kemensos. Sementara itu, bagi mereka yang berada dalam usia produktif dan tidak membutuhkan rehabilitasi, akan diarahkan ke program pemberdayaan ekonomi.
“Di pemberdayaan itu ada bantuan-bantuan usaha, bantuan pelatihan, bantuan penciptaan pasar, bantuan-bantuan yang sebenarnya lebih banyak,” kata dia.
Kemensos juga menekankan pentingnya penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis penyaluran bantuan agar lebih terintegrasi antarinstansi.
“Data kita harus sama. Data yang dipegang Bu Rieke sama yang kita pegang juga harus sama,” ujar Gus Ipul.
Ia memastikan, kementeriannya siap menindaklanjuti rencana tersebut. “Insya Allah informasi ini akan kita tindak lanjuti untuk memberikan perlindungan bagi warga binaan,” katanya.
Sementara itu, anggota DPR Rieke Diah Pitaloka menyebut jaminan sosial bagi warga binaan merupakan hak yang harus dipenuhi negara. Ia mendorong kolaborasi antara Kementerian Sosial, Ditjen Pemasyarakatan, dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
“Kita berjanji dari Ditjen Pemasyarakatan bersama dengan Kemensos, insya Allah kolaborasi bersama Imipas berjuang untuk hadirnya jaminan sosial, khususnya BPJS Penerima Bantuan Iuran bagi warga binaan di seluruh Indonesia,” kata Rieke.
Berita Terkait
-
Gus Ipul Pecat PNS Kemensos Meski Data Absen Selalu Hadir, Ternyata Ini Triknya!
-
3 Pendamping PKH Kemensos Dipecat, Gus Ipul Sentil ASN Sia-siakan Kesempatan
-
Gus Ipul Sentil Ada ASN Kemensos Cuma 'Haha-Hihi' saat Jam Kerja
-
Ribuan ASN Kemensos Mangkir di Hari Pertama Kerja, Gus Ipul Bakal Sanksi dan Potong Tukin 3 Persen
-
Meski Masih WFA, Gus Ipul Temukan 2.708 ASN Kemensos Alpa
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Menkum: Pakai Karya Jurnalistik untuk Tujuan Komersil Wajib Bayar Royalti ke Pemegang Hak Cipta!
-
Prabowo Keceplosan 'Ndasmu' Lagi, Niatnya Guyon Tapi Kena Sindir Pakar Komunikasi
-
Motor Listrik Korupsi BGN untuk Guru Honorer: Solusi Cerdas atau Masalah Baru?
-
Venezuela Mirip Zona Perang, Kisah Orianna Cari Ayahnya di Reruntuhan Gedung
-
Daftar 11 Rusun yang akan Dibangun Jakarta pada 2027, Ada di Mana Saja?
-
Heboh Dugaan Uang Rp20 Juta untuk Alihkan Demo Mahasiswa, DPR: Jangan Beli Idealisme!
-
Prabowo Kantongi Data Pendana Demo, KSP Dudung Pastikan akan Ada Langkah Hukum
-
Energi Bersih Jadi Kunci Tingkatkan Nilai Ekonomi Masyarakat Pesisir
-
MBG 'Caplok' 29 Persen Dana Pendidikan, BEM UI Adukan Nasib Kampus ke MK: Listrik Sering Padam!
-
Sujud di Gerbang Lampung, Jokowi Awali Blusukan 3 Hari di Bumi Ruwa Jurai dengan Salat Jumat