Suara.com - Presiden Joko Widodo belum sempat blusukan ke daerah-daerah yang dilanda banjir. Alasannya karena beberapa hari ke depan Jokowi memiliki agenda kenegaraan yang cukup padat, salah satunya akan bertolak ke Amerika Serikat untuk menghadiri ASEAN-United States Summit yang berlangsung pada 15-16 Februari.
"hari-hari ini tidak bisa (blusukan), karena akan ke Amerika Serikat," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno di Kantornya, Jakarta, Kamis (11/2/2016).
Menurut Pratikno, untuk penanganan banjir telah dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat dan dibantu oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
"Selain ditangani oleh Pemda, juga ditangani oleh kementerian PU. Yang saya tahu Kementerian PU sudah berperan sangat aktif untuk menangani masalah banjir," ujar dia.
Sementara itu, besok Jokowi memiliki agenda yang cukup padat. Yaitu akan malukan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih, pelantikan Anggota tambahan Komisi Yudisial (KY) dan pelantikan Anggota Ombudsman RI.
Sedangkan hari ini mantan Wali Kota Solo itu melakukan kunjungan kerja ke Lampung untuk meninjau proyek jalan tol lintas Sumatera.
Mantan Rektor Universitas Gajah Mada (UGM) ini menambahkan, penanganan banjir juga menjadi tugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Seperti diketahui, ratusan rumah warga di tiga Dusun, Kecamatan Ciasem, Subang, Jawa Barat terendam banjir. Ketinggian air rata-rata mencapai satu meter, ait ini merupakan luapan aliran Sungai Cijengkol. Tak hanya di Subang, beberapa daerah di Pulau Jawa dan Pulau Sumatera juga mengalami banjir.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Jakarta Luncurkan Website HUT ke-500, Warga Bisa Daftar Jadi Mitra Perayaan
-
Dugaan Aliran Uang ke BEM UBK Bentuk Represi Halus terhadap Mahasiswa
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar