Suara.com - Sejumlah ibu dan anak-anak warga Ahmadiyah yang dipindahkan ke luar Kecamatan Srimenanti, Kabupaten Bangka sudah kembali ke rumah masing-masing. Mereka diusir dari kampungnya, Jumat (5/2/2016) lalu oleh pemerintah setempat karena dianggap sesat.
Juru Bicara Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) Pusat, Yendra mengatakan mereka kembali karena inisiatif sendiri. Mereka pun sudah menjalani kehidupan seperti biasa.
"seluruh anggota yang 'dipindahkan' sementara tanggal 5 Febuari sudah kembali ke rumah masing-masing atas inisiatif sendiri dan menjalani kehidiupan normal," kata Yendra saat berbincang dengan suara.com, Kamis (18/2/2016).
Yendra menjelaskan mereka kembali ke kampung dan disambut baik oleh warga non Ahmadiyah. Sementara polisi masih berjaga di kampung yang dihuni jemaat Ahmadiyah tersebut.
"JAI mengucapkan terimakasih kepada pemerintah pusat yang sudah sangat serius cepat tanggap memastikan hak-hak warga negara terpenuhi. Juga jajaran kepolisian yang fokus memastikan jaminan keamanan," jelas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan