Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan muktamar Bandung Romahurmuziy atau Romi mengatakan Djan Faridz cs belum mau menghadiri Musyawarah Kerja Nasional IV PPP yang diselenggarakan oleh muktamar Bandung.
Romi di Jakarta, Rabu, menjelaskan telah berkomunikasi dengan Dimyati Natakusumah sebagai perwakilan dari Djan Faridz yang mengatakan kubu Djan masih mendalami undangan Mukernas.
"Saya sampai siang masih komunikasi dengan Dimyati Natakusumah sebagai pihak yang mewakili Djan Faridz. Saya katakan kenapa masih tak menghadiri undangan, beliau katakan meski sudah menerima undangan tapi saya tak bisa hadir karena masih harus lakukan pendalaman," jelas Romi.
Namun Romahurmuziy yakin islah PPP yang sempat terpisah antara kubu Romi dan Djan dapat tercapai dengan antusiasme dan kebersamaan mukernas.
Romi mengatakan saat ini sudah tidak mengkubukan antara PPP muktamar Jakarta dan muktamar Surabaya karena sudah berpandangan melalui satu paham lewat muktamar Bandung.
Hal tersebut, lanjut dia, terlihat dalam hadirnya seluruh anggota DPR RI pada Mukernas IV PPP. Selain itu juga kehadiran seluruh Mahkamah Partai, Dewan Pertimbangan Partai, Dewan Pakar, dan sesepuh-sesepuh PPP.
"Saya kira tak bicara (muktamar) Jakarta atau Surabaya tapi kita bicara muktamar Bandung, dimana hampir seluruh anggota DPR RI terlihat hadir, kecuali yang bertugas," kata dia. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat
-
Gus Ipul Pastikan Pengadaan Sepatu Sekolah Rakyat Transparan