Suara.com - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan muktamar Bandung Romahurmuziy atau Romi mengatakan Djan Faridz cs belum mau menghadiri Musyawarah Kerja Nasional IV PPP yang diselenggarakan oleh muktamar Bandung.
Romi di Jakarta, Rabu, menjelaskan telah berkomunikasi dengan Dimyati Natakusumah sebagai perwakilan dari Djan Faridz yang mengatakan kubu Djan masih mendalami undangan Mukernas.
"Saya sampai siang masih komunikasi dengan Dimyati Natakusumah sebagai pihak yang mewakili Djan Faridz. Saya katakan kenapa masih tak menghadiri undangan, beliau katakan meski sudah menerima undangan tapi saya tak bisa hadir karena masih harus lakukan pendalaman," jelas Romi.
Namun Romahurmuziy yakin islah PPP yang sempat terpisah antara kubu Romi dan Djan dapat tercapai dengan antusiasme dan kebersamaan mukernas.
Romi mengatakan saat ini sudah tidak mengkubukan antara PPP muktamar Jakarta dan muktamar Surabaya karena sudah berpandangan melalui satu paham lewat muktamar Bandung.
Hal tersebut, lanjut dia, terlihat dalam hadirnya seluruh anggota DPR RI pada Mukernas IV PPP. Selain itu juga kehadiran seluruh Mahkamah Partai, Dewan Pertimbangan Partai, Dewan Pakar, dan sesepuh-sesepuh PPP.
"Saya kira tak bicara (muktamar) Jakarta atau Surabaya tapi kita bicara muktamar Bandung, dimana hampir seluruh anggota DPR RI terlihat hadir, kecuali yang bertugas," kata dia. (Antara)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan