Suara.com - Agus Salim datang ke Polda Metro Jaya untuk melaporkan kekerasan yang terjadi pada anaknya, RH. Bocah berumur 11 tahun itu dirantai oleh V dan J, di Tanah Baru, Jatinegara Kaum, Pulogadung, Jakarta Timur. Laporan ini merupakan tindak lanjut dari Polsek Pulogadung yang tak kunjung ditangani dengan baik.
"Iya di sana tidak ditangani, makannya saya lari ke Polda," kata Agus yang datang ditemani kuasa hukum anaknya Polda, Kamis (25/2/2016).
Kuasa hukumnya, Rudi Juliansyah mengatakan kasus ini terjadi setelah tahun baru. Kala itu ada yang main petasan dan pagar rumah V serta J rusak.
Kemudian, keduanya mencari pelaku penyala petasan yang merusak pagar mereka. Kemudian mereka menemukan anak-anak yang sedang nongkrong tidak jauh dari lokasi.
"Dari enam orang yang nongkrong ditangkap dua, RH dan RY. Dia ditangkap, diseret. Kemudian, tanganya diikat rantai dan dikaitkan dengan pagar dan digembok. Kemudian dipaksa mengaku. Sempat dikata-katain, diintimidasi, dan suruh ngaku sebagai perusak pagar," kata Rudi.
Dua Bocah itu diborgol selama satu jam lebih. Setelah itu, polisi pun datang untuk menengahi kasus ini. Namun, karena tidak terima, Agus pun melaporkan kasus ini ke Polsek Pulogadung.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan