Suara.com - Salah satu kuasa hukum Jessica Kumala Wongso, Yudi Wibowo Sukinto, kembali menegaskan aparat kepolisian tidak menunjukkan surat perintah penggeledahan dari pengadilan ketika menggeledah rumah Jessica di Sunter, Jakarta Utara, pada 10 Januari 2016 dan 3 Februari 2016.
"Iya ada nggak surat tugas, polisi kan nggak mengeluarkan surat-surat dari pengadilan. Ini kan rumah orang gitu lho," kata Yudi usai sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Jakara Pusat, Kamis (25/2/2016).
Pengacara Jessica menggugat penetapan status tersangka kepada Jessica oleh polisi. Mereka menilai tidak ada bukti konkrit yang menunjukkan Jessica terlibat dalam kasus pembunuhan terhadap Wayan Mirna Salihin di kafe Olivier, Grand Indonesia Mall, Jakarta Pusat, pada Rabu (6/1/2016).
Yudi mengatakan baru mendapatkan informasi saat sudah berlangsung penggeledahan. Informasi disampaikan salah satu perwira polisi melalui sambungan telepon. Yudi tidak mau menyebut perwira polisi tersebut. Yudi hanya mengatakan perwira tersebut merupakan polisi yang pernah menangkap John Kei, pentolan asal Maluku.
"Iya itu (yang telepon) atasan polisi yang nangkap John Kei itu," kata dia.
Ketika diminta menanggapi berkas perkara kasus pembunuhan Mirna yang dikembalikan kejaksaan ke Polda Metro Jaya, Yudi mengaku belum tahu soal itu.
"Nggak tahu itu, saya saja sampai sekarang nggak di kasih salinan BAP-nya. Iya salinan BAP-nya aja sampai sekarang belum dikasih," kesal Yudi
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud Terancam Hak Angket, DPR: Kepala Daerah Harus Sensitif Isu Publik
-
Motif Sakit Hati Anggota BAIS ke Andrie Yunus Diragukan, Hakim: Apa Urusan Prajurit dengan RUU TNI?
-
Gibran dan Teddy Indra Wijaya Jadi Magnet Pilres 2029, Hensa: Semua Bergantung Keputusan Prabowo
-
Rusia Minta Evakuasi Diplomat dari Ibu Kota Ukraina, Eropa Memanas
-
Gaza Kembali Membara! Serangan Israel Tewaskan Kolonel Polisi dan Lukai 17 Orang
-
Tulisan Tangan Terakhir Jeffrey Epstein Dipublikasikan, Isi Pesannya Bikin Geger
-
Ancaman Baru Setelah COVID? Argentina Dituding Jadi Sumber Wabah Hantavirus
-
Kelicikan Zionis Israel, Beirut Selatan Dibombardir Saat Gencatan Senjata
-
Warga Perumahan Taman Mangu Indah Bantah Isu Banyak Rumah Dijual Akibat Banjir
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit