Suara.com - Calon ketua umum Partai Golkar Aziz Syamsuddin mendukung pelibatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Munas partai berlambang pohon beringin tersebut.
"Bagus dan saya sependapat kalau ada pelibatan KPK. Karena dapat mencegah adanya politik uang, sehingga pelaksanaan Munas menjadi terbuka dan berjalan akuntabel," kata Aziz saat melakukan safari politik ke DPD Partai Golkar Nusa Tenggara Barat, di Mataram, Rabu (2/3/2016).
Dia berpendapat adanya pelibatan institusi hukum, seperti KPK dapat mencegah politik uang daripada nantinya malah merusak sistem demokrasi di Partai Golkar.
"Kita berharap politik uang itu tidak ada. Tetapi, kalau ada tentu akan merusak tatanan demokrasi di Partai Golkar," katanya.
Sebelumnya beberapa elit Golkar, termasuk Agung Laksono, mendesak agar KPK dilibatkan dalam munas yang bertujuan memilih ketua baru partai warisan Orde Baru itu.
KPK sendiri, pada akhir Februari, telah menolak untuk terlibat aktif dalam munas, karena tak memiliki wewenang mengurusi internal partai politik. Meski demikian KPK mengatakan akan terus memantau dinamika munas, khususnya para pejabat negara yang terlibat di dalamnya.
Adapun Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang pernah mengatakan bahwa KPK menangkap sinyalemen adanya peredaran uang di dalam penyelenggaraan munas Golkar.
"Kami menangkap sinyal-sinyal itu ada, bahkan kami menangkap jumlahnya yang bakal beredar itu berapa," kata Saut pada akhir Januari lalu, "Kalau enggak, kita tangkepin semua. Tolong angka-angka itu distop."
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan