Suara.com - Pebulu tangkis tunggal putri Indonesia Maria Febe Kusumastuti langsung tersingkir pada laga perdana turnamen Jerman Terbuka 2015 setelah kalah dari wakil Thailand.
"Dia sudah tahu tipe permainan saya, yang memaksa lawan berlari-lari di lapangan," kata Febe usai berlaga di di Mulheim, Jerman, seperti dikutip Tim Humas dan Media Sosial Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) dalam keterangan pers yang diterima Antara di Jakarta, Rabu (2/3/2016).
Atlet asal klub PB Djarum itu kalah dari tunggal putri Thailand, Busanan Ongbumrungphan, dalam laga tiga set yang berakhir dengan skor 14-21, 23-21, dan 15-21.
Meski kalah pada game pertama, Febe membuat kejutan dengan mengejar poin Busanan saat tertinggal 2-6. Atlet berusia 26 tahun itu mampu mengejar hingga 18-20, 21-20, hingga menang 23-21.
"Banyak bola reli pada game kedua. Pada game ketiga, saya justru melemah ketika Busanan unggul tujuh poin. Padahal kepercayaan dirinya sudah agak turun pada awal game ketiga," ujar pemain yang menempati peringkat 21 dunia itu.
Pertemuan itu merupakan pertemuan kedua Febe dengan Busanan. Keduanya pernah bertanding pada turnamen Djarum Superliga 2015 di Bali. Febe pun mengakui punya banyak kelemahan permainan yang justru dimiliki oleh Busanan.
Sebelumnya, tunggal putri pelatnas PBSI Linda Wenifanetri berhasil lolos ke putaran kedua turnamen berhadiah total 120 ribu dolar AS itu setelah mengalahkan tunggal putri Taiwan Hsu Ya Ching 21-15, 22-24, 21-16.
Pada putaran kedua, Linda akan menghadapi wakil Tiongkok Wang Shixian yang telah menaklukkan atlet tuan rumah Olga Konon 21-16, 21-6 dalam waktu 34 menit.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Selat Hormuz Ditutup Iran, Kesepakatan Damai dengan AS Kian Sulit Gegara Ulah Israel
-
Wamenpar Wanti-wanti Pelaku Wisata Dieng: Utamakan Keselamatan di Tengah Lonjakan Turis!
-
Malam Ini Dijemput dari RS Polri! Roy Suryo dan dr Tifa Kembali Masuk Sel Tahanan
-
SPMB Jakarta 2026 Paling Siap, Jabar Masih Dihantui Masalah Sistem dan Transparansi!
-
Sukseskan Program Presiden, Mendagri Tinjau Program BSPS di Jayapura
-
Roy Suryo dan dr Tifa Sakit Usai Ditangkap Kasus Ijazah Jokowi, Gibran: Semoga Segera Sembuh!
-
Bantah Cuma Galak ke Ojol, Dishub DKI: Mobil Pribadi Parkir Liar Banyak Kami Derek!
-
Tanpa APBD! Pramono Anung Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas, Jamin Patung Sudirman Tak Digeser
-
Buntut Kasus Sulis, Dishub DKI Janji Siapkan Parkir Khusus Ojol di Mal
-
Penyintas Bencana di Pidie Jaya Ubah Dana Stimulan Jadi Modal Usaha