Konferensi pers BNPB soal gempa bumi di Mentawai, Sumatera Barat, di Gedung BNPB, Jakarta, Kamis (3/3/2016). [Suara.comErick Tanjung]
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengungkapkan sejak Rabu (2/3/2016) malam sampai hari ini sudah terjadi 11 kali gempa susulan di kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Potensi gempa susulan di Mentawai diperkirakan masih bisa terjadi.
"Sejak kemarin malam sampai pukul 09.28 WIB pagi tadi terdapat 11 gempa susulan. Apakah akan terjadi lagi (gempa susulan), kemungkinan masih karena untuk mencari kestabilan (gesekan patahan lempeng bumi)," kata Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB kepada wartawan di kantornya, Jalan Pramuka, Jakarta, Kamis (3/3).
Dia menjelaskan, gempa di kepulauan Mentawai diakibatkan gesekan dari patahan lempeng di perut bumi. Sehingga gempa susulan itu bagian dari pergeseran perut bumi untuk mencari kestabilan.
"Setiap gempa besar pasti ada gempa susulan, hal itu terjadi karena mencari kestabilan," terang dia.
Dia menambahkan, dari 64 Kabupaaten/Kota yang dinyatakan wilayah siaga dan waspada atas potensi Tsunami di Kepulauan Mentawai Rabu malam saat ini nihil korban. Berdasarkan laporan yang diperoleh, tidak ada kerusakan signifikan terhadap rumah warga maupun sarana dan prasarana lainnya di Sumatera Barat akibat gempa tersebut.
"Dari seluruh Kabupaten/Kota yang dinyatakan siaga dan waspada, kami sudah hubungi, dan tidak ada kerusakan besar dan tak ada korban jiwa," ungkap dia.
Dia mengakui, saat terjadi gempa pihaknya kesulitan untuk menghubungi BPBD di Mentawai untuk mengecek situasi dan kondisi ddi lapangan. Hal itu karena tiga hari sebelumnya ada gangguan telekomunikasi di sana.
Diberitakan sebelumnya, gempa berkekuatan 7,8 Skala Richter mengguncang Mentawai dan sebagian Sumatera Barat pada Rabu malam.
Suara.com - Menurut informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berpusat di Samudera Hindia di kedalaman 10 kilometer terletak 682 kilometer barat daya Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat.
Gempa itu, jelas BMKG, berpotensi menyebabkan gelombang tsunami di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, Bengkulu, dan Lampung.
Pada pukul 10.40 WIB, BMKG menyatakan bahwa peringatan tsunami akibat gempa Mentawai, Sumatera Barat telah berakhir.
Komentar
Berita Terkait
-
Gempa M 7,4 dan Tsunami Landa Jepang Utara, Kemlu RI Pastikan Kondisi WNI Aman
-
Gempa Bitung 7,6 Magnitudo, Rumah hingga Kantor Pemerintah Rusak
-
BMKG Ungkap Deformasi Kerak Bumi Jadi Pemicu Kerusakan Gedung KONI Manado
-
Tingkatkan Sistem Tanggap Bencana, Pemerintah Terus Perbarui Peringatan Dini Gempa 4 Tahun Terakhir
-
Gempa M 7,6 Guncang Sulut dan Malut, Presiden Prabowo Instruksikan Evakuasi Secepat Mungkin!
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Terkait Reformasi Polri, Boni Hargens Apresiasi Komitmen Kapolri Listyo Sigit
-
Banyak Kasus Terlambat Ditangani, Dokter Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Paru
-
Terbongkar! WNA China Sulap Apartemen Jakarta Jadi Pabrik Vape Narkoba Etomidate
-
Alih Fungsi Kali Ciputat dan Kelalaian Proyek Jadi Biang Kerok Banjir di Taman Mangu Indah?
-
Hakim Militer Minta Ahli Kimia Uji Campuran Air Keras dalam Kasus Andrie Yunus
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos
-
Waka DPR Soroti Darurat Kekerasan Seksual di Pendidikan: Harus Ada Efek Jera dan Sanksi Berat!
-
Kata Pengamat Soal Rupiah Melemah: Jangan Panik, Tak Bakal Ganggu Daya Beli
-
Kemensos Siapkan Skema Transisi Dapur Mandiri Siswa Sekolah Rakyat