Suara.com - Perusahaan Listrik Negara Distribusi Jakarta Raya sudah mengambil sampel bungkus kabel yang ditemukan di dalam saluran air Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat. Bungkus tersebut bernama armor atau pelindung kabel yang memiliki nilai jual. Tapi sampai saat ini belum bisa dipastikan kabel tersebut merupakan milik PLN atau milik siapa.
Humas PLN Disjaya, Mambang Hertadi, mengatakan sudah menyerahkan penyelidikan penemuan bungkus kabel tersebut kepada kepolisian. Akan tetapi, PLN juga mengambil sampel kabel untuk menganalisa jenis kabel.
"Belum bisa dipastikan itu kabel PLN. Hasil sampel yang kami dapat dari sana, kupasan kabel itu adalah armor atau pelindung kabel," kata Mambang, Kamis (3/3/2016).
Dia merinci lapisan kabel yang ada, yakni mulai dari inti kabel, lapisan karet plastik, karet, armor, dan karet luar. Armor berguna untuk melindungi kabel terjaga dari benda tajam dan keras.
"Armor ini ada nilainya, bisa dijual. Sekarang begitu banyak, ada berapa duit tuh. Harganya saya kurang paham, kalau sampai belasan truk itu banyak loh duitnya, masa dibuang-buang," katanya.
Dia mengatakan dari sampel yang dibawa armor yang ditemukan berdiameter tiga sampai lima sentimeter dengan panjang potongan 150 sentimeter hingga 180 sentimeter. Sementara PLN menggunakan armor dengan diameter mencapai 10 sentimeter ke atas.
"PLN tidak menggunakan kabel diameter 3-5 sentimeter. PLN menggunakan kabel diamater 10 sentimeter ke atas. Dan panjang kupasan yang biasa PLN lakukan, itu 45-75 sentimeter. Kabel penampang yang dipakai 240 milimeter. Jadi armornya diatas 10 sentimeter," katanya.
Keberadaan bungkus kulit kabel di gorong-gorong tersebut menimbulkan tanda tanya, jangan-jangan ada yang menyabotase agar saluran air tersumbat sehingga Jakarta selalu banjir. Kasus ini, sekarang diusut Polda Metro Jaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Apresiasi Daerah Berprestasi, Mendagri: Perlu Keseimbangan Pengawasan dan Insentif
-
Penjelasan PAM Jaya soal Penertiban 15 Rumah Dinas di Benhil
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati