Suara.com - Penemuan bertruk-truk kulit kabel yang menumpuk di sejumlah titik gorong-gorong Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, sedang diinvestigasi Polda Metro Jaya.
Hari ini, Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisari Besar Mujiono bertemu General Manager Telkom Jakarta Pusat Dwi Pratomo Juniarto di tempat kejadian perkara.
Perwakilan Telkom menyerahkan sampel kabel dan bungkusnya kepada penyidik Polda Metro Jaya.
Selanjutnya, kata Mujiono, sampel tersebut akan diteliti.
Sampel yang akan diteliti penyidik terdiri dari bungkusan kabel berukuran 2,5 sentimeter, 4 sentimeter, dan 5 sentimeter.
"Kami teliti siapa yang menaruh kabel ini, kedua ini bekas kabelnya siapa, kemudian yang ketiga ini ada bermacam kemungkinan, mengapa ada bekas kabel ada di sini. Bisa saja ada oknum yang nenaruh di sini," kata Mujiono.
Selain meneliti kemungkinan sabotase saluran air, kata Mujiono tak tertutup kemungkinan ini kasus pencurian kabel dan pelakunya membuang kupasan kabel ke selokan.
Penyidik belum membuat kesimpulan kasus tersebut. Saat ini, penyidik juga tengah berkoordinasi dengan PT. PLN, dan sejumlah berusahaan.
"Kami ingin melihat sampel yang ada sehingga kami tahu asal kabel ini darimana," ujar Mujiono.
Dwi Pratomo mengungkapkan Telkom tidak memakai kabel seperti yang ditemukan di lokasi. Telkom, katanya, memakai bungkusan kabel berukuran 4 sentimeter, 7 sentimeter, dan 8 sentimeter.
"Kami dengar berita ini kemarin, coba kita bandingkan dengan kabel yang saat sedang diselidiki, ternyata bukan dari kabel yang kita gunakan," katanya.
"Itu kan ditemukannya di gorong-gorong saluran air ya. Kabel kami semua keluar dari gaptik Telkom, bukan dari SPO. Kami punya jalur kabel sendiri," dia menambahkan.
Berita Terkait
-
Awal Munculnya Misteri Kulit Kabel Bertruk-truk di Gorong-gorong
-
Awal Munculnya Misteri Kulit Kabel Bertruk-truk di Gorong-gorong
-
Ungkap Misteri Kabel di Gorong-gorong, Polisi Cek TKP
-
Sampah Kabel 17 Truk di Gorong-gorong, Ahok: Ini Urusan Polisi
-
Gara-gara Kabel Misterius, Ketahuan Gorong-gorong Penuh Lumpur
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Nyaris 1,5 Juta Penerima Bansos Terindikasi Main Judol, Kemensos Tahan Penyaluran Bantuan
-
Kapolri Listyo Sigit Buka Suara Soal Isu Bakal Diganti
-
22 Juta Investor Kripto Jadi Rebutan, CFX Gandeng 5 Fintech Bangun Ekosistem Aset Digital Syariah
-
Pasokan Rudal Iran Meningkat Pesat, Siap-siap Jika Perundingan Damai dengan AS Gagal Lagi
-
Waspada Motor Bodong! Ini Cara Cek Keaslian BPKB dan STNK Motor Bekas Biar Transaksi Aman
-
Sopir Mikrotrans Tabrak Lansia, Sempat Tutupi Kecelakaan sebelum Dipecat
-
Kasus Yurizal, Pakar UGM Dorong Audit Rumah Sakit: Jangan Berhenti di Permintaan Maaf
-
Tampang Saepul Penjual Piscok Pelaku Mutilasi di Depok
-
Menko Polkam Djamari Chaniago Perintahkan Aparat Tindak Tegas Penyebar Hoaks Demo Agustus 2026
-
Tak Cuma Flyover Garuda Sakti, SF Hariyanto Usulkan Proyek Bangun Jembatan Siak V