Suara.com - Aksi mencontek massal di Distrik Mathura, Negara Bagian Utar Pradesh, India terabadikan dalam sejumlah rekaman video. Dalam video-video tersebut tampak bagaimana belasan orang berupaya keras untuk memberikan jawaban kepada rekan maupun kerabat mereka yang sedang mengerjakan soal ujian.
Beragam cara dilakukan orang-orang tersebut agar bisa secepat mungkin mengoper kertas berisi jawaban kepada para peserta ujian. Sebagian nekat memanjat tembok sekolah, kendati dihalang-halangi petugas yang berjaga di halaman sekolah. Sementara itu, sebagian lagi mengendap-endap dari belakang gedung sekolah dan memberikan contekan lewat ventilasi udara maupun jendela kepada peserta ujian.
Tak hanya para teman dan kerabat yang melakukan aksi ini. Kabarnya, mengutip keterangan warga setempat kepada Times of India, ada pula jaringan penyedia jasa pemberi contekan. Mereka menerima uang dari peserta ujian sebagai imbalan atas jasa mereka.
Sedikitnya ada 70 peserta ujian dan guru yang kedapatan terlibat dalam aksi contek massal di ujian kelas 10 dan kelas 12 di Mathura pada Kamis (3/3/2016). Sementara itu, otoritas setempat menyebut, ada sekitar 57 peserta tes, termasuk dua pelajar perempuan yang kedapatan mencontek dengan cara menyalin jawaban dari orang-orang di luar kelas. (Times of India)
Berita Terkait
-
iPhone 17 "Mencontek" Xiaomi? Teknologi 120Hz Sudah 5 Tahun Lebih Dulu Hadir di Redmi K30
-
Ada 23 Larangan, Pemprov DKI Pastikan Cabut KJP Plus Siswa Perokok hingga Mencontek
-
Duga Mahasiswanya Mencontek Satu Kelas, Dosen Ini Punya Cara Unik Untuk Menegur
-
5 Dampak Negatif akibat Sering Mencontek, Bisa Merugikan Diri Sendiri!
-
3 Cara Menghadapi Teman yang Suka Mencontek Tugas, Jangan Langsung Menolak
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Apes! Pria Ini Kehilangan Mobil Gara-Gara Mabuk dan Ketiduran di Pinggir Jalan
-
Saksi Ungkap Transaksi Rp 809 Miliar ke Gojek, GoTo Tegaskan Dana Kembali ke Kas
-
Kemensos Salurkan Bansos Rp2,56 Triliun untuk Korban Bencana di Pulau Sumatra
-
Jabat Sekjen Kementan, Harta Mertua Dwi Sasetyaningtyas Tembus Rp3 Miliar Lebih
-
Tolak Hukuman Mati ABK Fandi Ramadan di Kasus 2 Ton Sabu, Legislator DPR: Bukan Aktor Dominan
-
Polisi Ungkap Kendala di Balik Penanganan Kasus Dugaan Kekerasan Seksual Konten Kreator Cinta Ruhama
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Propam PMJ Datangi SPBU Cipinang, Usut Oknum Aparat Diduga Aniaya Pegawai Hingga Gigi Copot
-
Balas Pledoi Kerry Riza, Jaksa Minta Hakim Tolak Seluruh Pembelaan Anak Riza Chalid
-
Lasarus Klarifikasi Soal Penutupan Gerai Alfamart-Indomaret: Bukan Ditutup, Tapi Dibatasi