Suara.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan perjuangan bangsa Palestina untuk merdeka dan penyelesaian masalah Al-Quds Al-Sharif harus didukung dunia, khususnya negara Islam di Timur Tengah.
"Seperti dikatakan tidak ada suatu negara sendirian untuk menghadapi itu (perjuangan untuk merdeka), harus dilakukan bersama-sama. Dan nanti setelah dari sini ada (pertemuan internasional) di Paris lagi dan Indonesia bersama-sama negara lain mendukung, tetapi yang pertama ialah bagaimana Palestina bersatu antara Hamas dan Fatah," kata Jusuf Kalla kepada wartawan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa Organisasi Kerjasama Islam kelima di Jakarta Convention Center, Senayan, Senin (7/3/2016).
Ketika ditanya apakah perlu mempertemukan Hamas dan Fatah untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina, menurut Jusuf Kalla, hal itu bisa saja dilakukan.
"Iya kalau memang dibutuhkan, karena Indonesia memiliki peranan strategis. Karena kita memang selalu terlibat dengan konflik itu. Tetapi tidak bisa terlepas dengan peranan negara seperti Turki, Mesir, Iran, Qatar, dan negara yang ada di teluk tersebut. Sebab mereka sebenarnya yang mempunyai peranan politik penting di sana," kata dia.
Jusuf Kalla juga menekankan pentingnya jalur perundingan dengan Israel.
"Kemudian bagaimana perundingan dengan Israel dilanjutkan dengan roadmap, semuanya sudah disetujui dengan berbagai kesempatan," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 9 HP Gaming Terjangkau Rekomendasi David GadgetIn Buat Lebaran 2026, Performa Kencang!
- Apa Jawaban Minal Aidin Wal Faizin? Simak Arti dan Cara Membalasnya
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
Pilihan
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
Terkini
-
Inggris Tak Mampu Tahan Rudal Iran, London Kini Dalam Jangkauan Sejjil
-
Duka di Maybrat: Dua Prajurit TNI AL Gugur Usai Kontak Tembak dengan KKB, Senjata Dirampas
-
Mengenal 2 Konsep Huntap yang Akan Dibangun Satgas PRR untuk Penyintas Bencana Sumatera
-
MAKI Sindir KPK Soal Penahanan Rumah Yaqut Secara Diam-diam: Layak Masuk Rekor MURI
-
Siapa Fuad? Sosok WNA Iran Terduga Pembunuh Cucu Mpok Nori yang Ditangkap di Tol Tangerang-Merak
-
Pelaku Pembunuhan Wanita di Cipayung Tertangkap, Ternyata Mantan Suami Siri Asal Irak
-
Hawaii Diterjang Banjir Terparah Sepanjang 20 Tahun, 5000 Warga Mengungsi
-
Mudik Lebaran Lancar dan Kondusif, Kakorlantas Polri: Terima Kasih untuk Semua Pihak yang Terlibat
-
Gaspol Reformasi Pendidikan, Prabowo Targetkan Renovasi 300 Ribu Sekolah
-
Prabowo: Lebih Baik Uang untuk Makan Rakyat daripada Dikorupsi