Wisatawan Asing dari Moscow, Rusia terjebak di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Tuban, Badung, Rabu (9/3/2016). Seperti diketahui bahwa Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai selama Nyepi tutup 24 jam.
Bandara tersebut sudah mulai tidak beroperasi sekitar 1.30 Wita dini hari ini, kemudian ditutup mulai pukul 06.00 Wita.
Wisatawan asing ini bernama Pavel Valsov. Dia mengaku ketinggalan pesawat ke negara, karena keasyikan melihat parade ogoh-ogoh pada Selasa (8/3/2016).
"Saya semalam melihat parade ogoh-ogoh. Karena saya menikmati acara itu sampai lupa mau pulang. Saya tidak tahu kalau bandara juga ditutup selama 24 jam,"ungkapnya.
Dia saat ini sedang duduk-duduk di terminal keberangkatan internasional, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai. Pria berkulit putih ini mengaku akan kembali ke negaranya setelah bandara dibuka pada pukul 06.00 Wita pada Kamis (10/3/2016).
"Ya saya menginap disini, karena mau balik hotel sudah tidak bisa. Saya terbilang cukup beruntung bisa liburan saat Nyepi seperti ini. Pihak bandara juga cukup baik dengan saya, mereka memberikan makanan dan minuman,"ungkapnya. (Sukis Wanti]
Berita Terkait
-
Jelang Nyepi, Bandara Ngurah Rai Dipadati Puluhan Ribu Penumpang
-
Jaga Akurasi Data Penumpang, Jasa Raharja Gelar Monitoring Langsung di Bandara Ngurah Rai
-
Viral Ban Mobil Hilang Misterius di Parkiran Bandara Ngurah Rai, Siapa Pelakunya?
-
Ratusan Karyawan Bandara Ngurah Rai Bali Mogok Kerja, Penumpang Terlantar?
-
FL Technics Indonesia Peroleh Sertifikasi FAA untuk Fasilitas Perbaikan Pesawat Keduanya di Bandara Ngurah Rai Bali
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
50 Santriwati di Pati Diduga Jadi Korban Seksual, LPSK Siapkan Perlindungan
-
Hati-hati! Eks Intelijen BAIS Sebut RI Bisa Jadi 'Padang Kurusetra' Rebutan AS-China
-
Fantastis! Korupsi Chromebook Rugikan Negara Rp5,2 T, Jauh Melampaui Dakwaan Jaksa
-
Prabowo Minta UMKM Diprioritaskan, Cak Imin Usulkan Tambahan Anggaran Rp1 Triliun
-
Polisi Buka Peluang Tambah Tersangka Kasus Daycare Little Aresha
-
Nyawa Dijaga Malah Diajak Berantem: Curhat Eks Penjaga Rel Liar Hadapi Pemotor 'Batu' di Jalur Tikus
-
Wamen PANRB Tinjau MPP Kota Kupang untuk Perkuat Pelayanan Publik Terintegrasi
-
Tim Advokasi Bongkar Sisi Gelap Tragedi PRT Benhil: Penyekapan, Gaji Ditahan, hingga Manipulasi Usia
-
Dua Hakim Dissenting Opinion: Ibam Seharusnya Dibebaskan di Kasus Chromebook
-
MBG di Kalbar Serap 22 Ribu Tenaga Kerja, BGN: Ekonomi Masyarakat Bawah Bergerak Kencang