Suara.com - Sebanyak 44 gerilyawan ISIS tewas pada Sabtu dalam serangan udara dan bentrokan dengan pasukan keamanan Irak di Anbar, demikian yang dikemukakan oleh satu sumber pasukan keamanan provinsi.
Pasukan keamanan Irak telah membebaskan dua daerah di dekat Kota Ramadi, Ibu Kota Provinsi Anbar di Irak Barat.
Tentara dan petempur suku Sunni, yang didukung oleh pesawat tempur koalisi pimpinan AS, mengusir anggota ISIS dari Abu Teiban dan As-Safiriyah, tepat di sebelah barat Ramadi, sekitar 110 kilometer dari Ibu Kota Irak, Baghdad, kata sumber itu --yang tak ingin disebutkan jatidirinya.
Bentrokan di kedua daerah tersebut juga menewaskan delapan anggota pasukan keamanan dan melukai lima orang lagi, tambah sumber tersebut.
Sementara itu, seorang penembak jitu ISIS menewaskan Mayor Zana Khalil, Komandan satu Resimen Angkatan Darat, di Daerah Albu De'ij di sebelah selatan Kota Fallujah, yang dikuasai gerilyawan sekitar 50 kilometer di sebelah barat Baghdad, kata sumber tersebut.
Secara terpisah, pesawat koalisi pimpinan AS dan Pemerintah Irak, membom satu rombongan yang terdiri atas empat kendaraan yang membawa gerilyawan di dekat Kota Kecil Al-Baghdadi, sekitar 190 kilometer di sebelah barat-laut Baghdad. "Serangan itu menghancurkan keempat kendaraan tersebut dan menewaskan tak kurang dari 14 gerilyawan di dalamnya," tambah sumber itu.
Beberapa pesawat tempur Irak juga membom satu markas besar IS di Kota Heet --yang dikuasai gerilyawan dan berada sekitar 160 kilometer di sebelah barat Baghdad. Sebanyak enam gerilyawan tewas dan empat lagi cedera dalam serangan tersebut, kata sumber itu --yang mengutip laporan intelijen.
Prajurit pemerintah dan anggota milisi sekutunya selama berbulan-bulan telah berperang untuk merebut kembali kekuasaan atas beberapa kota besar dan kecil penting di Anbar, Provinsi terbesar di Irak, dari gerilyawan ISIS.
Sebelumnya petempur ISIS merebut sebagian besar Wilayah Anbar dan berusaha bergerak maju ke arah Baghdad. (Antara/Xinhua-OANA)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!
-
Riset Ungkap Skema Hibah dan Pinjaman Lunak Paling Efektif Danai PLTS Komunitas
-
Hari Pelaut Sedunia, Pelindo Dukung Potensi Ekonomi di Selat Malaka
-
Prabowo Percepat Pengembangan Mobil Nasional hingga Farmasi, Kampus Diminta Kejar Kebutuhan SDM
-
Geledah Kantor BKP Sumsel, KPK Temukan Bukti Upaya Ubah Opini WTP Usai Bupati Muara Enim Kena OTT