Suara.com - Pengganti Puan Maharani di DPR, Alfia Reziani, dilantik Ketua DPR Ade Komarudin, Kamis (17/3/2016). Alfia menggantikan kursi posisi Puan yang sudah satu tahun lebih kosong.
Kursi putri Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri selama ini kosong karena dia ditunjuk menjadi Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Kabinet Kerja.
Sumpah jabatan kepada Alfia dipimpin oleh Ade.
"Demi Allah saya bersumpah akan memenuhi kewajiban saya, sebagai dewan perwakilan rakyat dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya, sesuai dengan peraturan perundang-undangan, dengan berpedoman kepada pancasila dan UUD tahun 1945," kata Alfia menirukan ucapan Ade.
"Bahwa saya dalam menjalankan kewajiban akan berkerja dengan sungguh-sungguh demi tegaknya kehidupan demokrasi serta mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, dari pada kepentingan pribadi serorang dan golongan."
"Bahwa saya akan memperjuangkan aspirasi yang saya wakili, untuk mewujudkan tujuan nasional demi kepentingan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia," demikian dikatakan Ade.
Setelah membacakan sumpah jabatan, Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menyambut Alfia yang nantinya akan duduk di Komisi VIII.
"Selamat bergabung anggota DPR baru. Semoga bisa bisa menjalankan tugasnya," kata Taufik.
Pengganti Puan seharusnya dilantik berbarengan dengan dua kader lainnya yang juga menjadi menteri. Namun, PDI Perjuangan mengaku mengalami masalah administrasi sehingga penggantinya baru bisa dilantik hari ini.
Dua kader PDI Perjuangan lainnya yang menjadi menteri adalah Tjahjo Kumulo (Menteri Dalam Negeri) digantikan Tuti Roosdiono dan Pramono Anung (Sekretaris Kabinet) digantikan Eva Kusuma Sundari.
Tag
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Demonstrasi Bayaran Rusak Demokrasi, Dalangnya Harus Ditindak
-
Kantor BGN dan DPR RI Dijaga Ketat, 1.287 Personel Amankan Aksi Unjuk Rasa di Jakpus
-
Jenguk YTR di RSHS, KSP Dudung Langsung Hubungi Dirut BPJS Soal Biaya Perawatan
-
Koalisi Sipil Kritik Draf RUU HAM, Sebut Ada Pasal Karet hingga Ancam Independensi Komnas HAM
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Fadli Zon Dorong Cerita Rakyat Jadi Gerakan Nasional, Bukan Sekadar Warisan Budaya
-
KPK Cecar Eks Sekjen MPR Maruf Cahyono Soal Bukti-Bukti Gratifikasi Rp17 Miliar
-
Gus Ipul Ajak SP2MI Ambil Peran di Program Sekolah Rakyat
-
19 Ribu Anak Garut Putus Sekolah, Bupati 'Todong' ASN hingga Pengusaha Jadi Orang Tua Asuh!