Suara.com - Kehadiran pembalap muda Indonesia, Rio Haryanto, di pentas Formula 1 mengunggah masyarakat tanah air untuk menyaksikan arena balap jet darat tersebut. Tak terkecuali dengan yang dilakukan masyarakat di Padang, Sumatra Barat.
"Sebelumnya saya sama sekali tidak mengenal F1 atau balapan lainnya. Namun, semenjak Rio Haryanto ke ajang balap tersebut, saya ikut nonton," kata salah seorang warga Padang, Marifah Nur di Padang, Rabu (23/3/2016).
Dia menyebutkan alasan mau menonton F1 karena ada putra bangsa yang berjuang di sana, sehingga menjadi kebanggaan tersendiri.
Mengingat, tambahnya, sejauh ini baru Rio Haryanto yang sanggup menembus balapan paling mahal tersebut. Disamping tentunya secara pribadi wajah dan ketokohan Rio yang menurutnya cukup memesona.
"Jujur saya baru tahu ternyata pembalap F1 banyak yang tampan," ujar salah satu mahasiswi di universitas terkemuka tersebut.
Dia mengaku awalnya ingin menonton F1 hanya untuk melihat Rio, namun setelah mengikuti beberapa lap menjadi tertarik dan akhirnya mengikuti jalannya lomba hingga akhir meski Rio Haryanto terhenti di putaran ke-17 pada seri perdana di Sirkuit Albert Park, Melbourne, Australia, akhir pekan lalu.
"Sekarang jagoan saya bukan hanya Rio Haryanto, tapi Max Verstappen juga," ujarnya.
Warga lain, Deddy, 49 tahun, mengaku sebelumnya lebih memperhatikan ajang balap motor MotoGP dibanding F1. Akan tetapi setelah Rio Haryanto masuk dia menyempatkan diri menonton balap mobil tersebut.
"F1 sebelumnya membosankan, namun kali ini berwarna karena ada pembalap Indonesia, meski tidak menang namun saya cukup bangga kehadirannya di lomba jet darat tersebut," katanya.
Ke depan dia berharap Rio mampu meraih poim dan mendapat peringkat yang lebih baik dalam balapan.
Senada dengan itu salah satu pemilik warung yang biasa mengadakan nonton bareng, Mak Enggak, 58 tahun, mengatakan banyak warga yang menonton saat lomba balap mobil F1. Menurutnya hal tersebut tidak biasa karena sebelumnya nonton bareng terjadi jika ada pertandingan sepak bola dan bulu tangkis.
Dia menyebutkan kebanyakan alasan warga menonton F1 karena mau melihat pembalap Indonesia.
Sementara itu di sisi lain, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nachrawi mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia mendukung penuh kiprah para atlet Indonesia di ajang dunia.
Sebab, menurut dia hal tersebut dapat menjadi salah satu kebanggaan negara. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Respon Cepat Aduan, Kemnaker Pastikan Aturan Outsourcing 2026 Bakal Direvisi
-
Akademisi UI Kritik Kehadiran Aparat di Kampus Saat Ujian Doktoral Dokter Tifa
-
Gubernur Jateng Garansi Izin Kapal Nelayan Kecil Gratis: Ketemu Pungutan, Laporkan!
-
iPhone XS Bekas Koruptor Laku Rp34 Juta, KPK Jamin Data Sudah Factory Reset
-
Qodari Tolak Negosiasi Program MBG, Pengamat Nilai Bisa Picu Protes Publik Lebih Besar
-
Bukan Dibegal, Dua Korban Tewas di Selokan Bekasi Ternyata Korban Tawuran
-
Rano Karno Menangis di Sidang Paripurna HUT Jakarta: 'Jejak Jutaan Langkah, Keringat, dan Harapan'
-
Menteri PPPA Ungkap Kondisi Perempuan yang Diduga Disekap Pacar Selama Tiga Tahun di Bandung
-
KPK Bongkar Dedi Congor Nikmati Uang Panas Rp30 Miliar dari Kasus Bea Cukai
-
Jejak Pelarian Michael Steven Berakhir: Buronan Kasus Pasar Modal Rp337 M Dipulangkan ke RI