Suara.com - Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gidoen melaju ke semifinal India Open Super Series 2016. Ganda putra Indonesia ini menghentikan perlawanan wakil Taiwan, Chen Hung Ling/Wang Chi Ling, di babak perempat final, Jumat (1/4/2016), dua game langsung 21-11, 21-17.
Kevin/Marcus langsung tampil agresif sejak awal pertandingan. Keduanya tampil solid mengatur ritme permainan, sehingga lawan kesulitan mengembangkan permainan.
“Dari awal kami terus menekan lawan. Kami sangat siap dari mulai pertandingan, jadi lawannya juga kelihatan kaget tadi,” kata Kevin.
Setelah unggul jauh 19-13 di game kedua, Chen/Wang sempat menyusul ketertinggalan dan mengubah keadaan menjadi 17-19. Beruntung Kevin/Marcus bisa kembali fokus dan menuntaskan permainan dengan skor 21-17.
“Di akhir kami beberapa kali mati sendiri, agak terburu-buru dan terlalu nafsu menekan terus. Kami tidak mau mereka keluarkan permainannya,” jelas Kevin.
Di semifinal, pasangan peringkat 17 dunia ini akan berhadapan dengan Goh V. Shem/Tan Wee Kiong (Malaysia). Mereka pernah sekali bertemu di Swiss Open 2015 lalu. Sayang saat itu, Kevin/Marcus harus menelan kekalahan 19-21 dan 19-21.
“Kami mau mencoba menyerang duluan. Tapi kalau di lapangan tidak sesuai perkiraan, kami akan menyiapkan strategi lain,” kata Marcus saat ditanya terkait strategi pertarungan melawan Goh/Tan. (PBSI)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
Terkini
-
Mimpi Bebas Banjir! Akhirnya Pompa Rawa Buaya akan Dibangun Setelah Bertahun-tahun Diabaikan
-
Gubernur Bank Iran: Kami Tak Wajib Beli Produk Amerika Setelah Damai
-
Deddy Sitorus soal Dugaan Suap BEM UBK: Orkestrasi Murahan, Pasti Ada Arahan dari Atas
-
Bantah Anggaran Chromebook Rp9,9 Triliun, Nadiem: Tak Sampai 1 Persen APBN di Kemendikbudristek
-
Iran - AS Sepakat Bikin 4 Kelompok Kerja Khusus Bahas Teknis Perdamaian
-
Nadiem Makarim Akui Cemas Saat Jadi Menteri, Rekrut Tim Inti untuk Bantu Birokrasi
-
Di Sidang Korupsi Chromebook, Nadiem Ungkap Ada Arahan Langsung Jokowi
-
Heboh Dugaan Suap BEM UBK, Guntur Romli Singgung Modus MBG 'Mahasewa diBayar Gibran'
-
Pramono Pastikan HUT Jakarta ke-499 Berlangsung Meriah, Tapi Tak Berlebihan
-
DPR Desak PLN Lindungi UMKM Terdampak Pemadaman Listrik, Minta Ada Kompensasi Kerugian