Demo mendesak Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai tersangka kasus suap reklamasi. (suara.com/Nikolaus Tolen)
Ketua Majelis Tinggi Muzakarah Ulama dan Tokoh Fahrurrozi Ihzaq mengatakan akan berjuang sampai Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menjadi tersangka kasus dugaan penyimpangan dalam pengadaan tanah Rumah Sakit Sumber Waras, Jakarta Barat.
"Kami datang untuk mendukung KPK, bukan melawan KPK, tetapi kalau kami tidak dilayani maka kami bersama rakyat akan terus berjuang, jangan salahkan siapa kalau terjadi apa-apa, karena kami ingin hukum ditegakkan dengan adil," kata Fahrurrozi usai bertemu pimpinan KPK di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (4/4/2016).
Setelah demo hari ini, Fahrurrozi mengatakan akan datang lagi untuk menagih KPK memproses kasus Sumber Waras.
"Kami datang untuk mendukung KPK, bukan melawan KPK, tetapi kalau kami tidak dilayani maka kami bersama rakyat akan terus berjuang, jangan salahkan siapa kalau terjadi apa-apa, karena kami ingin hukum ditegakkan dengan adil," kata Fahrurrozi usai bertemu pimpinan KPK di gedung KPK, Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (4/4/2016).
Setelah demo hari ini, Fahrurrozi mengatakan akan datang lagi untuk menagih KPK memproses kasus Sumber Waras.
Dia menilai KPK tebang pilih dalam menangani kasus.
"Kami datang untuk mengetahui perkembangan penyelidikan dan untuk mengetahui, bahwa apakah Ahok bersalah atau tidak bersalah. Tetapi dengan barang bukti yang kami bawa ini Ahok jelas bersalah. Kami berjanji kalau tidak dilanjutkan maka kami akan membawa masa lebih besar lagi," katanya.
Fahrurrozi menambahkan saat ini kelompoknya masih berbaik hati dengan memberikan waktu yang cukup bagi pimpinan KPK untuk menangani kasus.
"Kami datang untuk mengetahui perkembangan penyelidikan dan untuk mengetahui, bahwa apakah Ahok bersalah atau tidak bersalah. Tetapi dengan barang bukti yang kami bawa ini Ahok jelas bersalah. Kami berjanji kalau tidak dilanjutkan maka kami akan membawa masa lebih besar lagi," katanya.
Fahrurrozi menambahkan saat ini kelompoknya masih berbaik hati dengan memberikan waktu yang cukup bagi pimpinan KPK untuk menangani kasus.
Rombongan Fahrurrozi yang diterima pimpinan KPK, Saut Situmorang, berjumlah 15 orang.
"Kami masih berbaik hati, tapi dalam waktu singkat akan bergerak kalau ini tidak dilanjutkan," kata Fahrurrozi yang saat ini juga berjuang untuk memunculkan calon gubernur Jakarta muslim.
Setelah demo di KPK, kelompok yang selama ini mengusung kampanye Gubernur Jakarta Muslim itu demonstrasi di depan DPRD DKI Jakarta, Jakarta Pusat. Di sana, perwakilan mereka juga diterima pimpinan dewan.
Komentar
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
Terkini
-
Eks Ketua BPK Sebut Audit Kerugian Negara Rp1,5 Triliun di Kasus Chromebook Cacat
-
Diduga Ada Jual Beli, KPRP Usul Jalur Kuota Khusus di Rekrutmen Polri Dihapuskan
-
Tanggapi Reformasi Polri, Sahroni Usul Jabatan Polisi di Lembaga Sipil Dibatasi Maksimal 3 Tahun
-
Bobol 7 Gereja di Jateng, Pencuri Ini Keok Usai Jualan Hasil Curian di Medsos
-
Dukung Rekomendasi Reformasi Polri, Abdullah Tegaskan Polri Tetap di Bawah Presiden
-
Program SMK 4 Tahun dan SMK Go Global Mulai Berjalan, Ini Jurusan yang Jadi Prioritas
-
Sowan ke MUI, KSP Dudung Siap Lapor Aspirasi Ulama ke Presiden Prabowo
-
KPK Telusuri Dugaan Aliran Uang Kasus DJKA ke Eks Menhub Budi Karya Sumadi
-
Sebar Propaganda Lewat Medsos, Densus 88 Tangkap 8 Terduga Teroris Jaringan JAD di Sulteng!
-
PRT Bakal Disertifikasi, Wamen PPPA Veronica Tan Siapkan Skema Pelatihan agar Hak Pekerja Terpenuhi