Suara.com - Sejak muncul kasus dugaan Presiden Direktur PT. Agung Podomoro Land (Tbk) Ariesman Widjaja menyuap Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerindra M. Sanusi, nama Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama disebut-sebut karena punya kedekatan dengan Podomoro.
Bahkan, di media sosial Twitter muncul hastag, seperti #AhokGubernurPodomoro.
Menurut Wakil Ketua Teman Ahok, Mohammad Fathony (24), secara logika tidak ada yang salah dengan penyebutan Ahok gubernur Podomoro. Soalnya, tempat bisnis pengembang itu berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
"Kan Podomoro ada di Jakarta, jadi Pak Ahok bisa dibilang gubernurnya Agung Podomoro, Agung Sedayu, dan semua perusahaan kontraktor semacam itu," kata Fathony sambil tertawa di Posko Teman Ahok, Graha Pejaten, Jalan Pejaten Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (4/4/2016).
Fathony mengatakan perusahaan pengembang, seperti Agung Podomoro Land, tentu saja punya kerjasama dengan pemerintahan.
"Kan ada kaitannya dengan BUMD, saling kerjasama dengan DPRD juga. Memang pengaturan dan pengesahannya kan ada di gubernur dan DPRD di saat RAPBD," kata dia.
Tetapi, Fathony tidak mau terlalu turut campur dalam masalah tersebut. Tugas relawan Teman Ahok hanya mengumpulkan fotokopi KTP warga Jakarta untuk tiket bagi Ahok dan Heru Budi Hartono maju ke pilkada tahun 2017 lewat jalur non partai politik.
"Cuma karena Teman Ahok ini nggak mau ganggu kinerja Pak Ahok jadi gubernur, kita nggak mau mendalam untuk isu semacam itu, cuma ya sikap Teman Ahok tetap optimis, kita tetap yakin pak Ahok tidak tersandung kasus korupsi seperti itu," kata Fathony.
Suap yang diduga diterima Sanusi dari Ariesman untuk mempengaruhi pembahasan Raperda tentang Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Provinsi Jakarta 2015-2035 dan Raperda tentang Rencana Kawasan Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Jakarta Utara.
KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus itu, yaitu Sanusi, Ariesman, dan karyawan Podomoro bernama Trinanda Prihantoro.
Sanusi dan Trinanda ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan, Kamis (31/3/2016), sementara Ariesman menyerahkan diri pada Jumat (1/4/2016) malam.
Penyidik KPK terus mengembangkan kasus tersebut. Pada Jumat malam hingga Sabtu (2/3/2016) dini hari, penyidik KPK menggeledah ruang kerja Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi dan Wakil Ketua DPRD M. Taufik -- kakak Sanusi. (Dian Rosmala)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
Terkini
-
Ada 182 Laporan Dugaan Kekerasan Daycare Little Aresha, Puluhan Orang Tua Siap Tempuh Jalur Hukum
-
Laporan Warga Gambir Bongkar Jaringan Sabu 3 Kota, Polisi Tangkap 3 Tersangka!
-
Ortu Korban Daycare Little Aresha akan Kirim Petisi ke UGM, Desak Sanksi Dosen yang Diduga Terlibat
-
Mahfud MD: Komisi Reformasi Fokus Benahi Sistem Karier Polri, Bukan Usul Nama Ganti Kapolri
-
Mensos Gus Ipul Berencana Temui KPK Besok, Laporkan Proses Pengadaan di Sekolah Rakyat
-
Hujan Masih Guyur Jabodetabek di Tengah Kemarau, Begini Penjelasan BMKG
-
Bertemu Prabowo 2,5 Jam, Mahfud MD Blak-blakan Soal 'Penyakit' di Tubuh Polri
-
Bukan Misi Rahasia! BAIS TNI: Motif Anggota Siram Air Keras ke Andrie Yunus karena Sakit Hati
-
KPK Cecar Fadia Arafiq Soal Penukaran Valas yang Diduga dari Hasil Korupsi
-
Kena Penggusuran, Belasan Penghuni Rumdis PAM Jaya Benhil Dapat Rp50 Juta dan Rusun Gratis