Suara.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak menyoalkan jika Kementerian Kelautan dan Perikanan mempermasalahkan soal izin Reklamasi Teluk Jakarta.
"Beliau kan hanya mempermasalahkan soal ijin. Kalau soal ijin, saya nggak masalah kok. Kamu mau ambil kembali ijin, bukan saya. Saya nggak masalah kok," kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (18/4/2016).
Menurutnya yang menjadi persoalan adalah apa yang diuntungkan Pemprov DKI dalam penggarapan proyek reklamasi 17 pulau buatan tersebut. Pasalnya Ahok mengungkit-ungkit jika proyek reklamasi tersebut juga menggunakan APBD DKI.
"Yang penting, kalau Anda buat di Jakarta, bikin izin, Jakarta dapatnya apa? Jangan bikin fasum fasos dapat tanah," kata Ahok.
Menurut Ahok, Jakarta akan rugi jika reklamasi menggunakan APBD. Sebab itu akan membuang uang rakyat. Jika menggunakan uang swasta, DKI bisa menarik pajak besar.
"Gara-gara reklamasi DKI mesti mengeluarkan APBD yang membebani APBD sekarang daratan sudah pakai APBD kamu nambah pulau gitu banyak mesti saya yang mengeluarkan duit lagi, enak aja lo. Itu makanya saya bilang kalau Anda mau bikin pulau silahkan, duitnya pakai duit situ dong buat bangun pulau jangan bebanin ke APBD. Itu aja yang kita berantem," imbuh Ahok.
Mantan Bupati Belitung Timur itu meminta kepada pemerintah pusat agar tidak menghilangkan angka 15 persen kontribusi tambahan untuk pengembang yang ikut proyek tersebut.
"Buat saya mah izin nggak masalah. Tapi izin jangan ditarik ke pusat, terus hilangkan 15 persen, jangan. Nanti saya DKI yang repot. Itu aja yang saya minta," kata dia.
Lebih lanjut, Ahok juga mengaku tidak ada masalah dalam proyek reklamasi. Ahok juga mengaku sebelum sudah berkonsultasi dengan Dirjen Pesisir dan Pulau-pulau Kecil KKP, Sudirman Said terkait proyek reklamasi. Menurutnya reklamasi 17 pulau di pesisir Jakarta itu malah membantu meminimalisir pencemaran lingkungan di kawasan Teluk Jakarta.
"Karena reklamasi ini bukan barang larangan. Malah kalau kamu nanya sama dirjen KKP Sudirman Said, beliau yang ngajarin saya, waktu datang dulu, kalau teluk sudah terkontaminasi, maka teknik mengatasinya adalah reklamasi. Supaya menyerap bahan-bahan racun. Ada bukunya beliau lagi. Jadi tanya beliau," kata dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi HP POCO RAM Besar dan Kamera Bagus, Cek di Sini!
- Promo Alfamart Hari Ini 30 April 2026, Tebus Suka Suka Diskon 60 Persen
- Heboh Lagi, Ahmad Dhani Klaim Punya Bukti Perselingkuhan Maia Estianty dengan Petinggi Stasiun TV
- 5 Cushion Matte untuk Menutupi Bekas Jerawat dan Noda Hitam, Harga Terjangkau
- Meledak! ! Ahmad Dhani Serang Maia Estianty Sampai Ungkit Dugaan Perselingkuhan dengan Petinggi TV
Pilihan
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
-
Mantan Istri Andre Taulany Dilaporkan ke Polisi, Diduga Aniaya Karyawan
-
Stasiun Bekasi Timur akan Kembali Beroperasi Lagi Siang Ini
Terkini
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Demo di Patung Kuda Sampaikan 10 Tuntutan, Ini Isinya
-
Megawati Ingatkan Republik Milik Bersama, Tolak Alasan Biaya Mahal untuk Ubah Sistem Pemilu
-
Momentum Hardiknas, BEM SI Gelar Demo di Patung Kuda Kritisi Soal Pendidikan
-
Soal Video Amien Rais yang Singgung Teddy Hilang di YouTube, Ketum Partai Ummat: Tanya Pemerintah
-
Amien Rais Santai Bakal Dipolisikan, Ketum Partai Ummat: Hukum Jangan Jadi Alat Pukul Politik!
-
Kritik Penanganan Kasus Andrie Yunus, Megawati: Kok Masuknya ke Pengadilan Militer? Pusing Saya
-
Siapkan Langkah Hukum, Arus Bawah Prabowo Sebut Pernyataan Amien Rais Fitnah Keji dan Halusinasi
-
Soal Pendidikan di Era Prabowo, DPR: Ada Perubahan Nyata, Tapi Tantangannya Masih Sangat Berat
-
Musim Kemarau Sudah Datang, Tapi Kok Masih Hujan? Ini Penjelasan BMKG
-
Darurat Kekerasan di Daycare, HNW Desak Negara Hadir dan Tindak Tegas Pelaku